Parlemen Kanada: ICA-CEPA Perkuat Hubungan Ekonomi dengan Indonesia
- 02 Mei 2026 07:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- ICA-CEPA tidak hanya membuka peluang perdagangan yang lebih luas, tetapi juga menjadi model kerja sama Kanada dengan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik
- Perjanjian tersebut diharapkan mampu mempermudah kemudahan berusaha, membuka akses ekspor, serta mendorong investasi Kanada ke Indonesia
- Pelaku usaha dari kedua negara menyambut positif perkembangan perjanjian tersebut dan berharap proses implementasi dapat segera terealisasi
RRI.CO.ID, Montreal – Anggota Parlemen Kanada Yasir Naqvi menegaskan bahwa Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA) akan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. Hal itu disampaikannya dalam forum bisnis Indonesia-Kanada yang digelar di Montreal, Rabu, 29 April 2026, lalu.
Menurutnya, ICA-CEPA tidak hanya membuka peluang perdagangan yang lebih luas, tetapi juga menjadi model kerja sama Kanada dengan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik. Ia menilai kemitraan ini memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan.
“Perjanjian ini merupakan bentuk kerja sama yang dapat menjadi model bagi Kanada. Terutama dalam menjajaki kemitraan dengan negara-negara Indo-Pasifik,” ujar Naqvi melalui siaran pers tertulis KBRI Ottawa diterima, Sabtu, 2 Mei 2026.
Forum bisnis yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ottawa itu dihadiri lebih dari 100 pelaku usaha dari Indonesia dan Kanada. Kegiatan ini bertepatan dengan ajang Salon International de l'Alimentation Canada 2026 yang berlangsung pada 29 April hingga 1 Mei 2026.
Para peserta berasal dari berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, jasa keuangan, energi, hingga industri kreatif. Forum ini dimanfaatkan untuk memperluas jejaring sekaligus menjajaki peluang kerja sama bisnis lintas negara.
Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab menyampaikan harapan agar ICA-CEPA yang telah ditandatangani pada September 2025 dapat segera diimplementasikan. Perjanjian tersebut diharapkan mampu mempermudah kemudahan berusaha, membuka akses ekspor, serta mendorong investasi Kanada ke Indonesia.
"Perjanjian ini diharapkan dapat secara signifikan mempermudah ease of doing business antara Indonesia dan Kanada. Membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi produk-produk Indonesia, serta mendorong investasi Kanada keIndonesia,” ujarnya.
Pelaku usaha dari kedua negara menyambut positif perkembangan perjanjian tersebut dan berharap proses implementasi dapat segera terealisasi. Mereka menilai ICA-CEPA akan memberikan kepastian serta meningkatkan daya saing dalam perdagangan bilateral.
Forum bisnis ini juga melibatkan sejumlah lembaga seperti Canada-ASEAN Business Council, Export Development Canada, dan Trade Facilitation Office Canada. Kehadiran mereka memperkuat diskusi mengenai peluang investasi dan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Kanada.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya diplomasi ekonomi Indonesia untuk mempererat hubungan bilateral. Diharapkan, kerja sama melalui ICA-CEPA dapat memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....