Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp419 Miliar pada SENA 2026

  • 09 Apr 2026 11:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia mencatat potensi transaksi Rp419 miliar pada ajang Seafood Expo North America (SENA) 2026.
  • Produk unggulan seperti tuna dan udang diminati pasar global berkat kualitas, harga, dan konsistensi pasokan.
  • Lebih dari 50 pertemuan bisnis membuka peluang kontrak jangka panjang dengan importir Amerika Serikat.

RRI.CO.ID, Boston - Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Dirjen PEN Kementerian Perdagangan (Kemendag) Fajarini Puntodewi mengumumkan capaian gemilang produk perikanan. Produk unggulan Nusantara berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar Rp419 miliar pada ajang Seafood Expo North America (SENA) 2026.

Capaian positif tersebut diraih selama pelaksanaan pameran di Boston Convention and Exhibition Center (BCEC). Partisipasi aktif Indonesia membuktikan daya saing komoditas boga bahari nasional yang sangat kuat di pasar global.

“Potensi transaksi sebesar Rp419 miliar menunjukkan tingginya minat pasar global terhadap produk perikanan Indonesia. Minat terhadap komoditas unggulan seperti udang dan tuna tetap kuat, didukung persepsi positif atas kualitas produk,” ujar Puntodewi di Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Puntodewi menegaskan bahwa kualitas serta konsistensi pasokan menjadi faktor pendorong utama minat pembeli. Pelaku usaha Indonesia juga dinilai sangat berkomitmen terhadap praktik ketertelusuran (traceability) yang sesuai standar internasional.

Atase Perdagangan (Atdag) RI Washington D.C. Ranitya Kusumadewi memaparkan keberhasilan lebih dari 50 pertemuan bisnis. Pertemuan bisnis ke bisnis (Business-to-Business/B2B) tersebut melibatkan para importir utama asal Amerika Serikat (AS).

“Produk perikanan Indonesia seperti tuna, udang, kakap merah, gurita, cumi, dan tilapia mendapatkan respons positif dari sisi kualitas, harga, dan konsistensi pasokan. Selain transaksi langsung, sejumlah penjajakan kerja sama juga berpotensi berkembang menjadi kontrak pembelian dalam beberapa bulan ke depan,” kata Ranitya.

Ranitya menyebutkan bahwa komoditas seperti tuna dan kakap merah mendapatkan respons yang sangat positif. Kerja sama ini diproyeksikan akan terus berkembang menjadi kontrak pembelian jangka panjang yang lebih luas.

Paviliun Indonesia mengusung tema "Indonesian Seafood: Naturally Diverse, Safe, and Sustainable" di area pameran seluas 55,7 meter persegi. Penjenamaan komoditas dilakukan melalui berbagai subtema strategis untuk menonjolkan kekayaan sumber daya laut Indonesia.

Ranitya juga melakukan pertemuan strategis dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA). Diskusi tersebut membahas isu standar keamanan pangan serta regulasi Marine Mammal Protection Act (MMPA).

“Pertemuan ini membahas isu penting seperti standar keamanan pangan dan implementasi Marine Mammal Protection Act (MMPA). Selain itu, pertemuan ini juga membahas dinamika kebijakan perdagangan yang berpotensi memengaruhi akses pasar produk perikanan Indonesia,” ucap Ranitya.

Ranitya melihat bahwa sektor boga bahari Indonesia tetap memiliki fundamental permintaan yang sangat solid. Indonesia pun kini dipersepsikan sebagai mitra pemasok yang sangat adaptif terhadap perkembangan regulasi dunia.

“Minat terhadap produk boga bahari secara umum tetap relatif kuat dan menunjukkan sektor ini masih memiliki fundamental permintaan yang solid di pasar global khususnya AS. Indonesia disebut sebagai mitra yang mampu menyesuaikan diri dengan dinamika pasar, standar kualitas, serta perkembangan regulasi global,” ujar Ranitya.

Pemilik sekaligus Direktur PT Sari Tuna Makmur Sugito Wahid menyampaikan bahwa ajang ini menjadi peluang promosi strategis. Partisipasi tersebut memberi kesempatan bagi perusahaan nasional untuk menjangkau para pembeli baru secara efektif.

“Partisipasi dalam pameran ini memberi kami kesempatan untuk menjangkau buyer baru sekaligus memperkuat hubungan dengan buyer yang sudah ada. Bagi perusahaan kami, membangun relasi yang kuat dan menjaga kemitraan jangka panjang merupakan fondasi utama,” ujar Sugito.

Pameran Seafood Expo North America (SENA) 2026 tersebut diikuti lebih dari 1.200 peserta dari berbagai penjuru dunia. Indonesia berhasil menonjolkan posisinya sebagai produsen perikanan yang aman dan berkelanjutan di hadapan 20.000 pengunjung.

Data ekspor perikanan Indonesia ke Amerika Serikat tercatat mencapai 201,12 juta dolar Amerika pada awal tahun 2026. Sementara itu, pada 2025 nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke AS mencapai USD 1,17 miliar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....