Pemerintah Indonesia Perkuat Ekspor Perikanan di Pameran SENA 2026
- 27 Mar 2026 20:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Indonesia mendorong ekspor perikanan berkelanjutan melalui sertifikasi, ketertelusuran, dan peningkatan kualitas produk.
- Komitmen zero tolerance terhadap produk yang tidak memenuhi standar internasional menjadi kunci menjaga akses pasar global.
- Ekspor perikanan ke Amerika Serikat menunjukkan tren positif dengan nilai mencapai USD 1,17 miliar pada 2025.
RRI.CO.ID, Boston - Pemerintah Indonesia membedah strategi penguatan ekspor sektor perikanan melalui aspek keberlanjutan dan ketertelusuran produk. Langkah strategis ini terlaksana melalui seminar khusus pada pameran Seafood Expo North America (SENA) 2026.
Atase Perdagangan RI Washington D.C. Ranitya Kusumadewi menjelaskan bahwa prinsip keberlanjutan menjadi faktor utama stabilitas bisnis. Ia menegaskan Indonesia memperkuat tata kelola perikanan nasional melalui peningkatan sistem sertifikasi serta penguatan inspeksi.
"Prinsip keberlanjutan dan ketertelusuran menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas bisnis. Indonesia memperkuat tata kelola sektor perikanan melalui peningkatan sistem sertifikasi dan inspeksi, penguatan pengujian laboratorium," ujar Ranitya di Boston, Kamis, 26 Maret 2026.
Staf Ahli Kemenko Bidang Pangan Bara Hasibuan mengatakan bahwa Indonesia harus proaktif memitigasi tantangan perdagangan. Ia menyampaikan pihaknya memastikan keberlanjutan dan keamanan pangan sebagai fondasi utama untuk menjaga akses pasar.
"Pemerintah berkomitmen untuk memperkuat tata kelola sektor perikanan sebagai langkah pencegahan masalah. Kebijakan ini juga menegaskan zero tolerance terhadap produk yang tidak memenuhi standar internasional," ujar Bara.
Direktur PT Primo Indo Ikan Andajani mengatakan bahwa pelaku usaha kini konsisten beradaptasi memenuhi standar global. Ia menyebut perusahaan menggunakan metode penangkapan ramah lingkungan seperti pancing satu per satu guna menyejahterakan nelayan.
"Kami bekerja sama dengan nelayan skala kecil untuk memastikan ikan yang ditangkap berkualitas baik. Pendekatan ini mampu menghasilkan produk memenuhi standar global, sekaligus membuat nilai jual ikan menjadi lebih tinggi," ujar Andajani.
Fisheries Director International Pole and Line Foundation Craig Turley menilai langkah Indonesia menciptakan efisiensi. Ia mengatakan penerapan standar ketertelusuran secara luas menjadi nilai tambah untuk membangun kepercayaan jangka panjang.
"Indonesia telah memperkuat sistem rantai dingin, meningkatkan kualitas produk, serta menerapkan standar keberlanjutan dan ketertelusuran secara luas. Hal tersebut membuat Indonesia memiliki posisi yang kuat sebagai pemasok tuna dunia yang berkualitas dan terpercaya," ujar Craig.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengapresiasi antusiasme pembeli yang menunjukkan kepercayaan pasar global. Ia meyakini daya saing seafood nasional terbukti tetap tangguh di tengah berbagai tantangan perdagangan dunia.
"Hal ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap kualitas seafood Indonesia. Kepercayaan tersebut juga mencerminkan aspek keberlanjutan dan daya saing produk nasional," ujar Puntodewi pada kesempatan terpisah.
Statistik ekspor perikanan Indonesia ke Amerika Serikat pada tahun 2025 tercatat mencapai angka USD 1,17 miliar. Data menunjukkan pada Januari 2026 nilai ekspor tersebut mengalami kenaikan sebesar 14,84 persen dibanding periode sebelumnya.
Badan Pusat Statistik merinci total perdagangan antara Indonesia dengan Amerika Serikat mencapai USD 43,80 miliar. Laporan tersebut mencatat sektor perikanan menjadi salah satu kontributor utama dalam menjaga surplus neraca perdagangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....