Arus Mudik-Balik Lebaran, DPR Sorot Antrean Panjang Kendaraan di Pelabuhan Merak

  • 02 Apr 2026 14:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS) menyoroti, kondisi arus mudik dan balik Lebaran 2026
  • Ketika melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Merak, Selasa, 31 Maret 2026, politikus Gerindra ini mengaku, memiliki sejumlah catatan
  • Dari 72 kapal, secara reguler hanya bisa dioperasikan 28 kapal dan lima kapal untuk beroperasi di dermaga darurat

RRI.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS) menyoroti, kondisi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Tepatnya, kondisi arus mudik dan balik di Pelabuhan Merak, Banten.

Ketika melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Merak, Selasa, 31 Maret 2026, politikus Gerindra ini mengaku, memiliki sejumlah catatan. Yakni, catatan penting terkait persoalan di lintasan penyeberangan strategis Jawa–Sumatera.

BHS mengungkapkan, masih adanya persoalan mendasar terkait antrean panjang kendaraan di pelabuhan. Salah satu penyebab utamanya, keterbatasan jumlah dermaga, yang membuat kapal tidak dapat beroperasi secara optimal.

“Kenapa terjadi antrian yang begitu panjang, disaat itu tidak semua kapal bisa beroperasi. Dari 72 kapal, secara reguler hanya bisa dioperasikan 28 kapal dan lima kapal untuk beroperasi di dermaga darurat,” kata BHS dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis, 2 April 2026.

Menurutnya, keterbatasan tersebut dipicu oleh minimnya jumlah dermaga yang tersedia. Saat ini, Pelabuhan Merak hanya memiliki tujuh dermaga aktif secara reguler.

“Karena kita kurang dermaganya, saat ini, hanya ada tujuh dermaga, yang dimana setiap dermaga beroperasi empat kapal. Berarti ada lebih dari 60 persen armada tidak dapat dioperasikan disaat situasi padat seperti ini,” ucap BHS.

Ke depannya, ia menegaskan, perlunya evaluasi menyeluruh oleh regulator terkait PT ASDP sebagai fasilitator dan operator penyeberangan. Ia meminta, PT ASDP Indonesia Ferry bersama Ditjen Perhubungan Darat dan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengambil langkah konkret.

“Ini butuh satu evaluasi yang mendasar daripada ASDP, perusahaan pelayaran, terutama regulator Ditjen darat. Ditjen laut Kemenhub untuk segera mengantisipasi kesulitan perusahaan pelayaran ini, untuk bisa beroperasi, kalau misalnya ada penambahan dermaga,” ujar BHS.

Sebelumnya diberitakan, puncak arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak berlangsung lancar dan terkendali. Tidak terlihat antrean panjang kendaraan maupun penumpang di area dermaga sejak Minggu, 30 Maret 2026, dini hari.

Ratusan kendaraan yang turun dari kapal feri langsung bergerak keluar pelabuhan. Proses bongkar muat berjalan efisien berkat koordinasi solid antar instansi terkait.

“Arus kendaraan dari Sumatra menuju Jawa mendominasi pergerakan. Kondisi ini menjadi perhatian utama aparat kepolisian di lapangan,” kata Kabid Humas Polda Banten AKBP Maruli Ahiles Hutapea, Minggu, 30 Maret 2026.

Berdasarkan data Posko Bakauheni pada H+6, tercatat 112 trip kapal beroperasi. Jumlah penumpang mencapai 1.148.252 orang atau naik 2,5 persen dibanding tahun lalu.

Pada H+6, kendaraan roda dua tercatat sebanyak 11.661 unit menyeberang. Sementara kendaraan roda empat mencapai 14.142 unit dari Sumatera menuju Jawa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....