Timbulan Sampah Ribuan Ton per Hari, PSEL Jadi Solusi Strategis di Jatim

  • 30 Mar 2026 07:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta — Tingginya timbulan sampah di kawasan Surabaya dan Malang mendorong percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Perihal ini, PSEL mejadi solusi strategis penanganan sampah perkotaan.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pembangunan PSEL merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam arahannya Presiden ingin langkah dalam mempercepat penanganan sampah nasional.

“PSEL menjadi jawaban atas darurat sampah di wilayah perkotaan. Sekaligus solusi jangka panjang yang terintegrasi,” ujar Hanif, Minggu, 28 Maret 2026.

“Baca juga: (https://berita.rri.co.id/nasional/2290134/pemerintah-percepat-pengembangan-psel-banten-ditargetkan-olah-4000-ton-sampah)”

Data menunjukkan, Surabaya Raya yang meliputi Kota Surabaya, Gresik, Lamongan, dan Sidoarjo menghasilkan sekitar 3.692 ton sampah per hari. Sementara Malang Raya yang mencakup Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu mencatat timbulan 1.947 ton per hari.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah menyiapkan pembangunan PSEL di Sumberejo, Kecamatan Pakal, Surabaya dengan kapasitas 1.100 ton per hari. Serta di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang dengan kapasitas 1.038 ton per hari.

Hanif juga mengungkapkan, meski Jawa Timur mencatat lebih dari 50 persen sampah telah terkelola secara nasional. Namun menurutnya tantangan ke depan masih besar seiring meningkatnya volume sampah.

Melalui pembangunan PSEL, pemerintah menargetkan pengelolaan sampah menjadi lebih efisien. Sekaligus menghasilkan energi listrik terbarukan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam mengatasi persoalan sampah. “Sinergi menjadi kunci agar penanganan sampah tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berkelanjutan,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan mampu menekan timbulan sampah secara signifikan. Serta juga mendukung target nasional pengelolaan sampah hingga 100 persen pada 2029.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....