PLN Siap Salurkan 223.584 MWh Listrik Olahan Sampah Bekasi

  • 29 Agt 2026 00:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT PLN menyerap dan menyalurkan pasokan listrik sebesar 223.584 MWh per tahun dari PSEL Kota Bekasi.
  • Fasilitas PSEL Kota Bekasi mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun dengan nilai investasi Rp3 triliun.
  • Proyek pengolahan sampah ini mengurangi kebutuhan lahan pembuangan akhir dan mereduksi emisi karbon di Bekasi.

RRI.CO.ID, Bekasi - PT PLN siap menyerap dan menyalurkan energi listrik sebesar 223.584 megawatt hour per tahun. Pasokan energi bersih tersebut bersumber dari fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi.

Fasilitas pengolahan limbah tersebut tercatat memiliki kapasitas daya listrik netto sebesar 27,4 megawatt pada wilayahnya. Kerja sama strategis tersebut resmi disepakati melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) terkait.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan dukungan terhadap percepatan penanganan sampah pada Rabu, 26 Agustus 2026. Regulasi pengelolaan sampah kini telah disederhanakan dari ratusan aturan menjadi hanya tersisa tiga aturan pokok.

“Kalau sampah saja kita tidak bisa urus, bagaimana kita mengurus yang lebih besar. Itu perintah Pak Presiden. Aturan mengenai pengelolaan sampah ini, waste to energy, ratusan lebih aturannya. Oleh karena itu, 11 tahun hanya ada dua (proyek). Satu tidak jalan, satu hidup mati-hidup mati. Hampir tidak bisa jalan karena rumit dan ruwet. Nah ini kita rapihkan. Dari sini tinggal tiga (aturan),” ujar Zulkifli.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam proyek strategis ini. Proyek bernilai investasi Rp3 triliun ini diproyeksikan mampu mereduksi emisi karbon hingga 640 ribu ton.

"Peresmian Pembangunan PSEL hari ini menandai hadirnya solusi nyata untuk menjawab tantangan darurat sampah di Indonesia dan secara terkhusus di kota Bekasi. PSEL Kota Bekasi juga diharapkan dapat menciptakan nilai lingkungan, energi, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Inisiatif ini diharapkan menghasilkan hampir 1.000 lapangan kerja hijau dan menyediakan energi bersih bagi puluhan ribu rumah tangga. Selain itu, langkah ini membuktikan bahwa sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Danantara Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan dapat menghadirkan solusi konkret bagi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia," kata Pandu.

Fasilitas ini dirancang mampu mengolah lebih dari 500 ribu ton timbulan sampah perkotaan setiap tahun. Pengolahan limbah tersebut juga berhasil menekan kebutuhan lahan tempat pemrosesan akhir hingga mencapai 90 persen.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai pembangunan pengolahan sampah ini menjadi solusi krusial bagi warga. Penanganan persoalan lingkungan juga harus diimbangi oleh perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola buangan sampah sehari-hari.

“Untuk itu, semoga apa yang dicanangkan hari ini bisa berjalan dengan cepat dan mampu merespons apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Dedi.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa seluruh daya listrik akan disalurkan kembali kepada masyarakat. Produksi listrik dari fasilitas ini tercatat sanggup memenuhi kebutuhan konsumsi setara 55 ribu pelanggan rumah tangga.

“Demand listrik di Bekasi cukup tinggi. Maka, kita mendedikasikan listrik dari PSEL Bekasi ini untuk masyarakat Bekasi. Jadi, sampah Kota Bekasi masuk ke sini (PSEL), kemudian listrik yang dihasilkan kita pasok kembali ke Kota Bekasi,” ujar Darmawan.

Darmawan kembali menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup melalui pengolahan sampah perkotaan terpadu. Listrik yang dihasilkan dari sistem tersebut berfungsi sebagai produk sampingan dari proses penanganan kebersihan lingkungan.

“Jadi, produk utamanya bukan listrik, tapi produk utamanya adalah lingkungan yang bersih. Listrik hanyalah by-product dari program ini,” ucap Darmawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....