KAI Kelola 14,56 Ribu Ton Limbah Operasional Sepanjang 2025

  • 20 Agt 2026 23:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia mengelola sebanyak 14.562,40 ton limbah operasional perusahaan sepanjang tahun 2025.
  • KAI menyediakan 124 unit Water Station di 70 stasiun untuk mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai.
  • Perusahaan memperkuat digitalisasi sistem layanan guna menghemat pemanfaatan sumber daya serta mencetak efisiensi operasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia mengelola sebanyak 14.562,40 ton limbah operasional perusahaan sepanjang tahun 2025. Aktivitas pengelolaan lingkungan tersebut mencakup penanganan limbah jenis B3 maupun non-B3 di seluruh lapangan.

Perusahaan mencatat volume limbah berjenis B3 dari seluruh kegiatan operasional mencapai angka 2.683,81 ton. Sementara itu limbah non-B3 sebanyak 11.564,41 ton dikelola bersama pihak ketiga sesuai ketentuan berlaku.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan keterangan resmi tersebut pada Kamis, 20 Agustus 2026. Aktivitas perjalanan kereta api mencakup perawatan sarana depo balai yasa hingga layanan para pelanggan.

“Pengelolaan lingkungan merupakan bagian dari proses kerja sehari-hari. KAI terus memperkuat pengelolaan limbah sekaligus menghadirkan fasilitas dan inovasi yang membantu pelanggan membangun kebiasaan perjalanan yang lebih bertanggung jawab,” kata Anne.

Fasilitas penyediaan air minum gratis hadir melalui 124 unit Water Station di 70 stasiun. Fasilitas ini memungkinkan para pelanggan mengisi ulang air minum demi mengurangi kemasan sekali pakai.

Anne menegaskan kembali komitmen perusahaan tersebut dalam mendorong perubahan perilaku ramah lingkungan para penumpang. Layanan kereta api turut menggunakan wooden cutlery serta waste bag berbahan plastik daur ulang.

“Melalui Water Station, pelanggan dapat membawa tumbler dan mengisi ulang air selama perjalanan. Kebiasaan sederhana seperti ini jika dilakukan secara luas akan membantu mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai dalam ekosistem transportasi publik,” ujar Anne.

Perusahaan juga menjalankan kegiatan edukasi Green Travel kepada seluruh pekerja pemasok tenant serta pelanggan. Edukasi tersebut mendorong pengurangan pemakaian plastik sekali pakai dan pengelolaan sampah secara lebih tertib.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menambahkan penjelasan mengenai efisiensi penggunaan sumber daya. Penerapan fitur digitalisasi seperti e-boarding dan Face Recognition Boarding Gate efektif mengurangi pencetakan kertas.

“KAI akan terus memperkuat pengelolaan limbah, penggunaan material yang lebih ramah lingkungan, digitalisasi, serta fasilitas yang mendukung perubahan kebiasaan pelanggan. Kami ingin setiap perjalanan semakin efisien dalam menggunakan sumber daya dan memberi dampak yang semakin baik bagi lingkungan," kata Wisnu Pramudya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....