Dari Tempe hingga Permen Jahe, Simak Daftar Makanan Indonesia Diminati Kanada

  • 12 Mar 2026 10:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Ottawa - Ragam pangan olahan Indonesia semakin diminati pasar Kanada. Sejumlah produk makanan khas nusantara mulai menembus jaringan distribusi di negara itu.

Berbagai produk yang menarik minat konsumen antara lain tempe siap saji, gula kelapa, dan gula aren. Selain itu terdapat permen jahe, bawang goreng, keripik buah, serta pasta bebas gluten.

Minat pasar ini terlihat dari langkah diplomasi ekonomi yang difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ottawa. KBRI Ottawa menggandeng Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia serta Kementerian Perdagangan.

Kolaborasi itu menghadirkan penandatanganan kontrak secara virtual antara Exotique Foods dan sejumlah UKM Indonesia. Kegiatan penandatanganan berlangsung di Jakarta pada, Rabu, 11 Maret 2026.

Exotique Foods merupakan importir produk Indonesia di Kanada yang dikelola diaspora Indonesia. Kerja sama tersebut menghasilkan lima purchase order dan satu nota kesepahaman.

Total nilai transaksi mencapai sekitar 92 ribu dolar Amerika Serikat. Nilai tersebut setara lebih dari Rp1,5 miliar untuk pengiriman pangan olahan Indonesia.

Sejumlah pelaku usaha kecil menengah terlibat dalam kerja sama ekspor tersebut. Produk mereka dipasarkan melalui jaringan distribusi Exotique Foods di Kanada.

PT Azaki International memproduksi tempe siap saji untuk pasar ekspor. PT Wins Organic memasarkan gula kelapa dan gula aren.

Sementara PT Indo Tropikal memproduksi permen jahe. CV Dua Sholeha menghasilkan bawang goreng dan CV Menara Desa memproduksi keripik buah.

Kemudian, PT Ladang Sehat memproduksi pasta bebas gluten. Ragam produk tersebut memperlihatkan potensi besar pangan olahan Indonesia di pasar Kanada.

Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Ia menilai, dukungan lembaga tersebut penting dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional.

“KBRI Ottawa selalu mendorong kolaborasi strategis antarpemangku kepentingan di Indonesia dan Kanada. Hal ini untuk meningkatkan ekspor produk nusantara, termasuk makanan olahan ke pasar Kanada,” kata Muhsin dalam siaran pers tertulis, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia menambahkan, kontribusi LPEI penting untuk memperkuat ekosistem ekspor nasional. Terutama melalui dukungan pembiayaan dan fasilitasi bagi pelaku usaha menjangkau pasar global.

Menanggapi hal itu, Direktur Pelaksana Bisnis II LPEI Sulaeman menegaskan, dukungan pembiayaan ekspor bagi pelaku usaha. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan mandat pemerintah untuk memperkuat ekspor nasional.

“LPEI terus berupaya menyediakan berbagai fasilitas pembiayaan dan penjaminan ekspor. Hal itu agar pelaku usaha Indonesia termasuk UKM dapat meningkatkan kapasitas usaha,” ujar Sulaeman.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Ditjen PEN Kemendag Miftah Farid mengatakan, pasar Kanada sangat potensial. Karakter masyarakatnya yang multikultural membuka peluang bagi produk makanan dan minuman Indonesia.

Data menunjukkan ekspor makanan dan minuman olahan Indonesia ke Kanada terus meningkat. Nilai ekspor naik dari sekitar 56,4 juta dolar pada 2023 menjadi 116,7 juta dolar pada 2025.

"Pertumbuhan tersebut mencapai sekitar 106,8 persen dalam dua tahun terakhir. Hal itu menunjukkan tren positif bagi pengembangan ekspor pangan olahan Indonesia," ucapnya.

Atase Perdagangan KBRI Ottawa Mahdewi Silky menambahkan, permintaan pasar Kanada masih terbuka luas. Namun, pelaku usaha perlu memenuhi sejumlah persyaratan pasar.

“Permintaan pasar Kanada terhadap produk Indonesia memiliki potensi sangat baik untuk dikembangkan. Namun, pelaku usaha perlu memenuhi standar dan memperkuat aspek logistik,” ujar Mahdewi.

Diungkapkan, KBRI Ottawa berkolaborasi dengan LPEI untuk memperluas akses pasar. Langkah tersebut diharapkan semakin banyak produk UKM Indonesia menembus pasar Kanada.

"Ke depan KBRI Ottawa bersama Kemendag dan LPEI akan terus memperkuat kehadiran produk Indonesia. Upaya tersebut sejalan dengan semangat mendorong produk lokal menembus pasar global," ujarnya.

Rekomendasi Berita