Stok Beras Melimpah, DPR Minta Pemerintah Siapkan Peta Jalan Ekspor
- 09 Mar 2026 11:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi IV DPR RI mendorong, pemerintah segera merumuskan peta jalan ekspor beras produksi petani dalam negeri. Hal ini, seiring berlimpahnya stok beras yang mencapai angka 3,53 juta ton di akhir Desember 2025 lalu.
“Tantangan kita hari ini, menurunkan biaya produksi dan memperbaiki mutu. Sehingga kita bisa bersaing dengan negara produsen beras lainnya, dalam merebut potensi pasar global,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman dalam keterangan persnya, di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.
Jika pasar global tidak bisa ditembus, politikus PDIP ini menilai, program swasembada pangan Indonesia akan mengalami kendala. Ia mengingatkan, swasembada pangan merupakan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang harus diwujudkan.
“Pesiden telah mencanangkan peningkatan produksi, baik itu melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi pertanian. Sementara, daya serap dalam negeri, tidak bertambah signifikan," ucap Alex.
Karena daya serap beras lokal tidak maksimal, Alex mempertanyakan, nasib stok melimpah petani Indonsia itu. "Mau diapakan stok melimpah itu nantinya, ini tantangan yang harus segera dijawab,” ujar Alex.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Perum BULOG resmi mengekspor beras sebanyak 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi. Ekspor beras menjadi tonggak penting karena ini merupakan pertama kali beras produksi petani Indonesia dikirim ke Arab Saudi
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, Indonesia akan meningkatkan ekspor beras ke Indonesia. Beras dikirim untuk memenuhi kebutuhan jamaah haji di Tanah Suci.
“Mudah-mudahan ke depan ekspor bisa kita tingkatkan. Khusus untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia di Saudi Arabia saja diperkirakan antara 20 hingga 50 ribu ton,”kata Menteri Amran dalam keterangan tertulis dikutip dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Sabtu, 7 Maret 2026.
Amran menyatakan, ekspor beras menjadi bukti nyata Indonesia sukses swasembada beras, yang tidak hanya memenuhi kebetuhan dalam negeri tetapi impor. Indonesia fokus sebagai eksportir beras premium dengan kualitas yang diakui secara internasional.
Beras yang diberangkatkan merupakan produk premium merek Befood Nusantara yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan musim haji tahun 2026. Mentan mengatakan ribuan ton beras dikirim secara bertahap ke Arab Saudi.
“Seluruhnya berasal dari gabah segar hasil serapan petani dalam negeri yang kemudian diproses di Rice Milling Unit (RMU) modern berstandar tinggi. Proses pengolahan dilakukan dengan pengawasan ketat, mulai dari menjaga kadar air, memastikan tingkat pecahan maksimal lima persen, hingga melalui uji laboratorium,” katanya.