Libatkan Pelaku UMKM, Komisi VII DPR Minta Pemerintah Perbanyak Acara Festival

  • 10 Mar 2026 11:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah meminta, pemerintah memperbanyak penyelenggaraan festival dan event di Indonesia. Kegiatan tersebut, diharapkan masif melibatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Langkah ini, menurut politikus PKB ini, strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi rakyat di tengah tantangan pasar yang semakin kompetitif. Ia pun mencontohkan, kesuksesan Festival Jejak Jajanan Nusantara (JJN) 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

“Event seperti ini perlu diperbanyak dan diperluas jangkauannya, ini bukan sekadar seremoni. Melainkan, ruang strategis bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk, memperluas jaringan pasar, sekaligus meningkatkan pendapatan secara langsung,” kata Siti dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.

Kegiatan festival-festival besar di Jakarta, ia menegaskan, harus menjadi pemantik bagi pemerintah. Yakni, dalam mereplikasi model serupa di berbagai pelosok daerah, bukan sekadar berpusat di kota besar.

"Sinergi lintas sektoral adalah kunci untuk mengatasi hambatan klasik UMKM. Yakni keterbatasan akses pasar dan lemahnya branding produk lokal," ucap Siti.

Lebih lanjut, Siti menekankan, festival UMKM memiliki multiplier effect (efek berganda) yang nyata bagi perekonomian lokal. Aktivitas di lokasi acara, terbukti mampu menggerakkan sektor pendukung seperti transportasi, jasa logistik, hingga kuliner sekitar.

“Dampaknya bukan hanya dinikmati oleh pelaku UMKM yang berjualan di stan. Tetapi juga menciptakan perputaran uang di masyarakat dan membuka peluang lapangan kerja baru,” ujar Siti.

Diketahui, BUMD pangan Pemprov DKI Jakarta menghadirkan Bazar Prime Ramadan Jakarta 2026 di Balai Kota Jakarta, 9–10 Maret 2026. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan bazar UMKM, tetapi juga program tebus murah sembako.

Program ini, ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau selama bulan suci Ramadan. Dirut Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi BUMD pangan.

“Melalui Bazar Prime Ramadan Jakarta ini, kami ingin menghadirkan pasar yang tidak hanya menjadi tempat bertransaksi. Tetapi juga ruang interaksi yang lebih inklusif bagi masyarakat," kata Agus, Senin, 9 Maret 2026.

Bazar ini merupakan hasil sinergi antara Perumda Pasar Jaya, PT Food Station Tjipinang Jaya, dan Perumda Dharma Jaya. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Bank Jakarta yang menyediakan fasilitas pembayaran digital melalui QRIS bagi para tenant.

Dalam kegiatan ini, bazar menghadirkan sebanyak 49 tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Puluhan UMKM itu berasal dari pasar-pasar binaan Perumda Pasar Jaya.

Para pelaku UMKM tersebut menawarkan beragam produk, mulai dari makanan, minuman, hingga produk fashion. Diharapkannya, mereka dapat menjadi sarana promosi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di Jakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....