KUMITRA Jambore 2026 Kantongi Potensi Transaksi Rp6,88 Miliar
- 30 Jul 2026 08:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian UMKM mencatat potensi transaksi dan komitmen kemitraan senilai Rp6,88 miliar dalam penyelenggaraan KUMITRA Jambore 2026 di Bandung.
- KUMITRA Jambore dirancang untuk menghubungkan pelaku UMKM dengan rantai pasok nasional mencakup ritel modern, industri pengolahan, perhotelan, marketplace, dan lembaga pembiayaan.
- Capaian ini menunjukkan sinyal positif meningkatnya peluang produk UMKM untuk menembus pasar yang lebih luas melalui kemitraan strategis dengan dunia usaha.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian UMKM mencatat potensi transaksi dan komitmen kemitraan senilai Rp6,88 miliar dalam penyelenggaraan KUMITRA Jambore 2026 di Bandung. Capaian tersebut menjadi sinyal meningkatnya peluang produk UMKM menembus pasar yang lebih luas melalui kemitraan dengan dunia usaha.
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mengatakan, KUMITRA Jambore untuk menghubungkan pelaku UMKM dengan rantai pasok nasional. Mulai dari sektor ritel modern, industri pengolahan, perhotelan, hingga marketplace dan lembaga pembiayaan.
“Capaian senilai Rp6,88 miliar ini bukan sekadar angka. Ini merupakan bukti bahwa produk pengusaha mikro di Jawa Barat memiliki kualitas, kapasitas, dan peluang menembus pasar lebih luas,” kata Helvi saat membuka KUMITRA Jambore 2026 di Universitas Sangga Buana YPKP, Bandung, Rabu, 29 Juli 2026.
Menurutnya, penguatan kemitraan menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mempercepat transformasi UMKM. Yakni dari usaha mikro menjadi pelaku usaha yang lebih produktif dan kompetitif.
Langkah tersebut juga sejalan dengan implementasi Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026. Tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional yang ditujukan mendukung target 10 juta penduduk berusaha dan bekerja.
Ia menilai Jawa Barat memiliki potensi besar sebagai motor kewirausahaan nasional dengan sekitar 5,4 juta UMKM. Namun, mayoritas pelaku usaha masih menghadapi tantangan berupa legalitas usaha, akses pembiayaan, teknologi, hingga keterhubungan dengan industri.
“Tugas kita bukan hanya menambah jumlah pengusaha, tetapi memastikan pengusaha UMKM dan para wirausaha mampu meningkatkan produktivitas. Kemudian memperkuat daya saing, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas,” ujarnya.
Untuk mempercepat proses tersebut, pemerintah mengintegrasikan layanan pendampingan, legalitas usaha, pembiayaan, hingga akses pasar melalui platform SAPA UMKM. Platform ini diharapkan menjadi pintu masuk layanan terpadu berbasis data sehingga program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
KUMITRA Jambore 2026 diikuti lebih dari 1.000 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, komunitas usaha, perguruan tinggi, serta mitra bisnis. Forum ini diharapkan melahirkan kemitraan bisnis yang mampu memperluas akses pasar dan memperkuat kontribusi UMKM.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....