Mendag Dorong Akses Pasar Melalui Perundingan Indonesia-Uzbekistan FTA

  • 03 Mar 2026 10:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meluncurkan perundingan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uzbekistan (Indonesia-Uzbekistan FTA) secara daring. Kerja sama strategis ini bertujuan untuk memperkuat akses pasar produk unggulan nasional ke kawasan Asia Tengah.

Budi menandatangani pernyataan bersama dengan Menteri Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan Laziz Kudratov melalui aplikasi konferensi video. Langkah ini menandai babak baru kemitraan ekonomi yang lebih erat bagi kedua belah negara sekarang.

“Peluncuran perundingan Indonesia-Uzbekistan FTA hari ini menandai langkah penting dalam memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara. Kami optimistis persetujuan ini akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Budi di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.

Pemerintah optimistis persetujuan perdagangan ini akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan. Inisiatif tersebut merefleksikan visi kedua negara dalam membangun kemitraan ekonomi yang semakin terbuka dan juga erat.

Budi mengharapkan kerja sama ini mampu membawa manfaat nyata bagi perluasan akses pasar produk lokal. Penguatan rantai nilai serta terciptanya peluang usaha bagi pelaku UMKM menjadi prioritas utama dalam perundingan.

Uzbekistan merupakan mitra strategis Indonesia untuk meningkatkan konektivitas perdagangan regional maupun global di masa depan. Posisi geografis negara tersebut berpotensi menjadi pintu masuk produk Indonesia menjangkau pasar kawasan lebih luas.

Total perdagangan kedua negara tercatat mencapai angka USD 181,4 juta pada sepanjang tahun 2025 lalu. Nilai transaksi tersebut tumbuh sebesar 48,9 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir sejak 2021.

“Kami berkomitmen agar proses perundingan berjalan efektif dan transparan. Perundingan tersebut diharapkan menghasilkan perjanjian yang bermanfaat nyata,” kata Budi.

Menteri Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan Laziz Kudratov menegaskan minat kuat Uzbekistan untuk terus meningkatkan kerja sama bilateral dengan pihak Indonesia. Ia melihat kemitraan ini menunjukkan perkembangan stabil serta positif yang perlu dipertahankan secara terus menerus.

Kudratov mengatakan nilai investasi dan perdagangan saat ini masih memiliki ruang sangat besar untuk ditingkatkan. Perjanjian kerja sama perdagangan akan menjadi fondasi kuat bagi kemitraan sistematis antara kedua belah pihak.

“Kami melihat kemitraan bilateral menunjukkan perkembangan yang stabil dan positif. Nilai perdagangan dan investasi kita masih memiliki ruang yang sangat besar untuk ditingkatkan,” ujar Kudratov.

Kedua menteri juga sepakat membentuk Kelompok Kerja Bersama guna mengintensifkan pertukaran informasi serta keahlian teknis. Mekanisme ini bertugas mengidentifikasi proyek kerja sama yang saling menguntungkan bagi para pelaku usaha kedua negara.

Kelompok kerja tersebut akan menyelenggarakan berbagai program pelatihan bersama serta pertemuan rutin untuk memantau implementasi. Pertemuan selanjutnya direncanakan berlangsung di Tashkent pada Juni 2026 mendatang melalui forum komisi antar pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....