Pertamina Prioritaskan Keselamatan di tengah Gejolak Timur-Tengah

  • 01 Mar 2026 15:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pertamina Persero memperkuat mitigasi operasional demi menjaga ketahanan energi nasional ditengah dinamika geopolitik Timur Tengah. Pertamina menegaskan keselamatan pekerja serta keberlangsungan operasi menjadi prioritas utama menghadapi ketidakpastian kawasan tersebut.

Pertamina memastikan langkah ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan energi dan memastikan distribusi domestik tetap terkendali nasional. “Pertamina juga telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI dan otoritas setempat,” ujar Vice President (VP) Corporate Communication PT Pertamina Muhammad Baron dalam keterangan kepada RRI, Minggu 1 Maret 2026.

Sinergi itu mencakup pemantauan keamanan pekerja, armada, dan fasilitas energi di berbagai negara kawasan. Pertamina mengidentifikasi tiga unit bisnis strategis yang terdampak langsung dinamika kawasan Timur Tengah tersebut.

Unit itu meliputi PT Pertamina International Shipping (PIS) Non Captive terkait aktivitas pengangkutan energi global. Lalu Pertamina Internasional EP (PIEP) yang menjalankan operasi hulu di Basra, Irak.

Terakhir Pertamina Patra Niaga dalam pengadaan minyak mentah dan produk dari sumber di Kawasan Timur Tengah. Baron mengatakan pihaknya memantau perkembangan energi global untuk memastikan kelancaran rantai pasok dan ketahanan nasional tetap.

Mitigasi dilakukan melalui diversifikasi sumber pasokan minyak mentah, bahan bakar, serta liquefied petroleum gas. Pertamina sendiri mengoptimalkan kilang domestik guna menjaga keseimbangan produksi dan distribusi energi nasional secara berkelanjutan.

Menurutnya, pengelolaan terintegrasi dari hulu hingga hilir diharapkan menjaga ketersediaan bahan bakar dan gas domestik. “Pertamina memperketat pengawasan dan mengupayakan ketahanan pasokan crude, BBM, dan LPG tetap aman untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat,” kata Baron.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....