Pertamina EP Latih 65 Siswa Jakarta Keterampilan Bantuan Hidup Dasar

  • 31 Jul 2026 00:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pertamina EP menyelenggarakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar bagi 65 siswa SMP dan SMA di Jakarta.
  • Tim Health Pertamina EP bersama AGD 118 memberikan materi RJP dan penggunaan AED secara interaktif.
  • Kegiatan ini bertujuan memperkuat budaya keselamatan serta membangun kesiapsiagaan darurat sejak usia sekolah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pertamina EP membekali 65 siswa sekolah menengah pertama dan atas dengan keterampilan Bantuan Hidup Dasar. Pelatihan keselamatan medis darurat tersebut dilaksanakan di Kantor Pusat Pertamina EP pada Kamis, 23 Juli 2026.

Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda menghadapi berbagai kondisi gawat darurat medis. Para peserta berasal dari SMP Negeri 145, SMP Negeri 58, SMA Negeri 35, serta SMA Negeri 3.

Tim Health Perusahaan merancang materi pembelajaran secara interaktif demi memberikan pemahaman pertolongan pertama yang efektif. Materi mencakup rantai bertahan hidup, Resusitasi Jantung Paru, hingga penggunaan Automated External Defibrillator atau penanganan tersedak.

Penanganan posisi pemulihan serta simulasi kegawatdaruratan turut diberikan oleh para instruktur berpengalaman dari lembaga terkait. Seluruh rangkaian pelatihan kebencanaan dipandu instruktur profesional dari Tim Ambulans Gawat Darurat atau AGD 118.

Para siswa menguji kemampuan teknis pertolongan menggunakan manekin khusus untuk penanganan kegawatdaruratan medis di lapangan. Sesi simulasi juga menggunakan AED trainer, alat fiksasi, bidai, serta perlengkapan pertolongan pertama pendukung lainnya.

Senior Manager Health, Safety, Security, and Environment Regional 2 Pertamina EP Sigit Isbiantoro menyampaikan tanggapannya. Selama pelatihan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi dengan aktif berdiskusi bersama instruktur.

"Kami berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki keberanian dan kepedulian untuk memberikan pertolongan pertama ketika menghadapi kondisi darurat. Keterampilan dasar seperti Bantuan Hidup Dasar menjadi bekal penting yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain," ujar Sigit dalam keterangan tertulis.

Koordinator Ambulans Gawat Darurat 118 Anggi Sundaya juga menegaskan pentingnya penguasaan teknik pertolongan pertama masyarakat. Kegiatan ini menjadi komitmen perusahaan memperkuat budaya keselamatan kerja serta membangun kapasitas generasi muda.

"Kemampuan memberikan pertolongan pertama tidak hanya dimiliki tenaga kesehatan. Siapa pun dapat menjadi penolong pertama apabila memahami langkah-langkah yang benar," ujar Anggi.

Pertamina EP berharap para siswa mampu menjadi penolong pertama di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Perusahaan merilis data komitmen ini pada Rabu, 29 Juli 2026 guna membangun budaya keselamatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....