Kapal Pride Tertunda Melintas, Pertamina Utamakan Keselamatan

  • 02 Jul 2026 15:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Pertamina menunda keberangkatan kapal Pride karena situasi keamanan Selat Hormuz kembali memanas.
  • PT Pertamina tetap memprioritaskan keselamatan awak, muatan, dan armada dalam pengambilan keputusan.
  • Kapal Gamsunoro berhasil melintasi Selat Hormuz setelah melalui koordinasi lintas lembaga.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pertamina menunda keberangkatan kapal Pride akibat kembali memanasnya situasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir. Penundaan pengangkutan kargo dilakukan meskipun proses perizinan kapal tersebut masih berlangsung hingga pekan ini.

PT Pertamina menyatakan keputusan operasional tetap mengutamakan keselamatan awak, muatan, dan armada secara menyeluruh. Kapal Pertamina Gamsunoro sebelumnya berhasil melintasi Selat Hormuz melalui koordinasi lintas lembaga yang intensif.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menjelaskan penundaan tersebut, karena memburuh proses. Perusahaan masih memproses perizinan kapal Pride sebelum keberangkatan sesuai pertimbangan keselamatan terkini.

"Kami berharap satu kapal kami lagi, yaitu Pride, sedang memproses, tapi tetap akan melihat faktor keselamatan awak, kargo, dan juga kapalnya sendiri. Jadi kami mohon doanya situasi bisa mereda dan kapal tersebut bisa melintas," ujar Baron ditemui di Grha Pertamina, Jakarta, Kamis, 2 Juni 2026.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menjelaskan kepada media , saat Kick Off dan Coaching Clinic Apresiasi Jurnalistik Pertamina (AJP) 2026, (Foto:RRI/Danang Sundoro)

Muhammad Baron menjelaskan kondisi keamanan Selat Hormuz kembali mengalami peningkatan ketegangan dalam beberapa hari. Ia mengatakan penundaan pengiriman kargo dilakukan hingga situasi keamanan memungkinkan untuk pelayaran berikutnya secara aman.

"Untuk Pride, sampai dengan saat ini kami sedang berproses untuk perizinannya. Dan saat ini karena Selat Hormuz juga memanas kembali, sehingga pelaksanaan kargo dari Pride masih tertunda," jelasnya.

Baron menyatakan muatan kapal Pride akan dikirim menuju Kilang Pertamina Cilacap jika pelayaran berhasil. Pengiriman tersebut dilakukan setelah kapal berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman sesuai rencana operasional.

"Nanti apabila sudah melintas, benar itu (isinya cargonya) adalah untuk di Kilang Cilacap," tegasnya.

Pertamina memastikan keberhasilan pelayaran Gamsunoro didukung koordinasi berbagai pihak selama proses pelayaran tersebut penuh. Baron menyebut koordinasi melibatkan Kementerian Luar Negeri dan pihak terkait lainnya di kawasan tersebut.

"Kapal Pertamina Gamsunoro telah melintasi Selat Hormuz dan Alhamdulillah ini merupakan atas koordinasi dengan para pihak termasuk kementerian luar negeri, pihak-pihak terkait lainnya," pungkas.

Sebelumnnya, Pelaksana Tugas Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS) Vega Pita menjelaskan proses pengambilan keputusan pelayaran. Ia menyatakan PIS memantau perkembangan keamanan kawasan selama satu bulan terakhir bersama otoritas terkait.

"Kami berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, atas dukungannya selama ini. Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat. Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab," ujar Vega.

Kapal Gamsunoro berangkat dari Teluk Arab pada Rabu, 24 Juni 2026, pukul 01.06 waktu Dubai. PIS melakukan pemantauan pelayaran selama 24 jam melalui pusat krisis perusahaan secara real time.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....