KAI Rawat 656 Aset Bersejarah Sepanjang 503,5 Juta Perjalanan 2025
- 28 Feb 2026 22:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah merawat 656 aset bersejarah selama periode pelayanan tahun 2025. Perusahaan transportasi milik negara tersebut tetap menjaga warisan bangsa di tengah modernisasi layanan kereta api yang dinamis.
Jumlah mobilisasi pelanggan grup KAI mencapai 503.549.740 perjalanan dengan pertumbuhan konsisten sebesar 8,52 persen sepanjang tahun lalu. Pencapaian operasional itu lebih tinggi dari total data perjalanan pada tahun 2024 yang berjumlah sebanyak 464.031.108 penumpang.
“Kereta api tumbuh bersama masyarakat. Saat jumlah pelanggan terus meningkat dan layanan semakin modern, heritage tetap kami rawat dan kelola secara profesional. Ini adalah tanggung jawab kami menjaga warisan bangsa sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang relevan bagi pelanggan hari ini,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 28 Februari 2026.
Volume penumpang kereta jarak jauh dan lokal mencapai 55.620.561 perjalanan pada wilayah operasional Pulau Jawa serta Sumatra. Aset fisik berupa bangunan stasiun maupun infrastruktur perkeretaapian kini mulai ditetapkan sebagai objek cagar budaya yang dilindungi.
Stasiun Binjai di Sumatra Utara telah memiliki status resmi sebagai bangunan bersejarah bagi pelestarian budaya bangsa di daerah. Wilayah Sumatra Barat juga memiliki deretan stasiun lindung seperti Sawahlunto dan Pulo Air yang dirawat secara teliti.
Pengelolaan stasiun besar pada Daerah Operasi (Daop) satu Jakarta tetap memperhatikan nilai arsitektur klasik peninggalan era zaman Belanda. Fasilitas operasional di Manggarai dan Pasar Senen terus dipertahankan keasliannya meskipun melayani arus penumpang yang sangat padat.
Pihak manajemen KAI turut memelihara keunikan visual pada stasiun bersejarah di Cirebon serta wilayah Semarang Tawang secara terpadu. Proses penetapan aset berharga sebagai benda cagar budaya nasional melibatkan banyak pihak otoritas wilayah dan pemerintah pusat.
“Kami ingin pelanggan merasakan pengalaman perjalanan yang modern sekaligus berada di ruang yang terawat nilai historisnya. Heritage dan modernisasi kami kelola dalam satu arah yang sama,” kata Executive Vice President Sekretaris Perusahaan KAI Wisnu Pramudya.
Kawasan Lawang Sewu dan Museum Ambarawa dikelola sebagai destinasi wisata edukasi sejarah bagi para wisatawan dari berbagai daerah. Perusahaan pun merawat unit lokomotif uap legendaris Mak Itam agar generasi masa kini mengenal teknologi transportasi kuno Indonesia.
Strategi pemeliharaan aset pusaka dijalankan melalui koordinasi bersama pemerintah provinsi demi kenyamanan perjalanan pelanggan saat menggunakan layanan. Keberadaan jembatan tinggi dan struktur fasilitas pendukung operasional menjadi saksi perjalanan industri besi di seluruh tanah air.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....