Aset KAI Group Tembus Rp105,43 Triliun Sepanjang Tahun Buku 2025
- 07 Jul 2026 22:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia mencatatkan nilai aset konsolidasian sebesar Rp105,43 triliun pada Tahun Buku 2025.
- Perusahaan membukukan laba tahun berjalan senilai Rp2,28 triliun seiring efisiensi biaya operasional.
- Arus kas bersih dari aktivitas operasi meningkat hingga mencapai angka Rp7,15 triliun.
RRI.CO.ID, Jakarta - Aset konsolidasian PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencapai Rp105,43 triliun sepanjang Tahun Buku 2025. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 8,58 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat Rp97,10 triliun.
Pertumbuhan nilai ini didorong oleh peningkatan aset tetap perseroan yang mencapai angka Rp37,30 triliun. Nilai aset tetap tersebut meningkat sebesar 26,84 persen dibandingkan periode sebelumnya senilai Rp29,41 triliun.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa pengelolaan aset produktif bermanfaat langsung bagi seluruh pelanggan. Perusahaan tersebut tercatat sukses melayani sebanyak 503.549.740 pelanggan kereta api sepanjang tahun buku ini.
“Aset KAI adalah instrumen pelayanan. Ketika aset perusahaan semakin kuat dan dikelola dengan disiplin, KAI memiliki kapasitas yang lebih baik untuk menjaga keselamatan, meningkatkan keandalan operasi, merawat sarana, memperkuat fasilitas layanan, serta mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang,” ujar Bobby.
Selain penumpang, KAI juga mengangkut sebanyak 69.791.691 ton barang untuk menunjang distribusi logistik nasional. Pihak manajemen merilis data kinerja tersebut di Jakarta pada hari Selasa, 7 Juli 2026.
Bobby menerangkan bahwa peningkatan nilai aset tetap sangat berkaitan dengan aspek keselamatan perjalanan kereta. Struktur ekuitas perusahaan juga meningkat 11,23 persen hingga mampu mencapai angka sebesar Rp39,29 triliun.
“Kereta api membutuhkan pengelolaan aset yang berkesinambungan. Lokomotif, kereta, gerbong, fasilitas stasiun, sistem operasi, serta aset pendukung layanan harus berada dalam kondisi andal. Karena itu, penguatan aset menjadi bagian dari cara KAI menjaga layanan agar tetap aman, tertib, dan dapat diandalkan,” kata Bobby.
Laba tahun berjalan perusahaan tercatat tumbuh sebesar 2,77 persen hingga mencapai angka Rp2,28 triliun. Sementara itu, laba usaha meningkat sebesar 10,35 persen menjadi Rp8,39 triliun dari sebelumnya Rp7,60 triliun.
Pendapatan konsolidasian yang berhasil dibukukan oleh perseroan sepanjang periode ini adalah sebesar Rp35,76 triliun. Beban usaha perseroan pun tercatat mengalami penurunan dari Rp5,23 triliun menjadi hanya Rp4,35 triliun.
Ia menjelaskan bahwa efisiensi biaya perusahaan sengaja dilakukan untuk terus memperkuat mutu pelayanan publik. Arus kas bersih dari aktivitas operasi perseroan naik sebesar 36,43 persen hingga mencapai angka Rp7,15 triliun.
“Arus kas yang sehat membuat perusahaan memiliki ketahanan yang lebih baik. Ketahanan keuangan bagi KAI menjadi modal untuk memastikan pelanggan mendapat layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan mudah diakses,” ujar Bobby.
Kas dan setara kas pada akhir tahun buku tersebut juga meningkat sebesar 37,22 persen. Nilai total instrumen likuiditas keuangan tersebut kini sukses menyentuh angka sebesar Rp6,76 triliun.
Vice President (VP) Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan komitmen perusahaan untuk terus mengelola aset. Penerimaan kas dari pelanggan juga ikut naik sebesar 12,68 persen menjadi senilai Rp28,59 triliun.
“Setiap penguatan aset harus kembali kepada layanan. KAI akan terus mengelola aset perusahaan secara produktif, hati-hati, dan bertanggung jawab agar manfaatnya dirasakan pelanggan, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat luas,” kata VP Corporate Communication KAI,Anne Purba.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....