MoU Indonesia-AS Rp650 Triliun, DPR: Sinyal Positif Investor Global
- 22 Feb 2026 11:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi XI DPR RI merespons positif perjanjian kerja sama (MoU) antara pengusaha Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) senilai Rp650 triliun. MoU tersebut, merupakan hasil pertemuan pengusaha Indonesia-AS, dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Negeri Paman Sam.
Anggota Komisi XI DPR RI, Anna Mu'awanah menilai, investasi bombastis tersebut berpotensi kuat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Sekaligus, diharapkan memperluas lapangan kerja di Tanah Air.
"Nilai investasinya sangat besar dan berpotensi membuka peluang kerja luas bagi masyarakat. Ini sinyal positif bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra ekonomi yang prospektif di mata investor global," kata politikus PKB ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, 22 Februari 2026
Anna menyoroti, kerja sama tersebut mencakup sektor strategis seperti pangan, manufaktur, energi, hingga teknologi. Dalam menyerap investasi global, pemerintah disarankan segera membenahi hambatan birokrasi yang kerap dikeluhkan oleh pelaku usaha asing.
"Trutama mengenai kepastian regulasi dan efisiensi perizinan, pemerintah harus segera melakukan pembenahan. Negara harus hadir memastikan proses investasi berjalan cepat, transparan, dan memiliki kepastian hukum," ucap Anna.
Kemudian, menurut Anna, mereformasi birokrasi untuk memperlancar investasi di Indonesia bukan lagi pilihan semata. Melainkan, sudah menjadi kebutuhan mendesak agar potensi kerja sama Indonesia-AS memberikan dampak nyata.
"Momentum ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai tambah industri serta menekan angka pengangguran terbuka. Dengan pengelolaan yang tepat, kemitraan ini akan memperkuat daya saing Indonesia di kancah global," ujar Anna.
Sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto bertemu langsung dengan 12 perusahaan investasi terbesar dunia. Tepatnya, dalam sebuah pertemuan di Washington DC, Jumat, 21 Februari 2026.
Pertemuan yang semula dijadwalkan berlangsung satu jam itu berjalan hampir dua jam karena diskusi berjalan produktif. CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan, total aset kelolaan (asset under management/AUM) dari 12 perusahaan mencapai sekitar US$16 triliun.
Dalam pertemuan tersebut, kata Rosan, Presiden Prabowo memaparkan arah kebijakan Indonesia ke depan. Khususnya langkah-langkah untuk memperkuat iklim investasi dan menjaga stabilitas ekonomi dan politik.
“Diskusinya tadi cukup panjang, kurang lebih hampir dua jam dari tadinya hanya diperkirakan satu jam. Karena diskusinya 'very fruitful', 'very productive',” ujar Rosan kepada media usai pertemuan.
Setelah paparan Presiden Prabowo, kata Rosan, pertemuan dilanjutkan dengan sesi 'one on one' bersama masing-masing perusahaan. Para investor memberikan masukan, termasuk terkait konsistensi kebijakan, 'rule of law', pengembangan pasar modal, serta pengelolaan risiko terukur.
“Mereka juga menyatakan dan memuji kebijakan-kebijakan Bapak Presiden yang selama ini sudah dilakukan. Membuat mereka sekarang melihat Indonesia itu lebih besar,” ucap Rosan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....