Mendag Lepas Ekspor Perdana Makanan Hewan Banyuasin ke Filipina
- 12 Feb 2026 19:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Banyuasin - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meresmikan pengiriman perdana produk makanan hewan peliharaan (pet food) asal Banyuasin menuju pasar Filipina. Budi menegaskan bahwa komoditas pakan kucing lokal kini telah berhasil menembus standar kompetisi perdagangan internasional.
Ekspor perdana ini melibatkan tiga kontainer produk dengan nilai total mencapai angka USD 176 ribu. Pemerintah sangat mengapresiasi kemampuan industri manufaktur daerah dalam mengolah bahan baku lokal menjadi barang bernilai tinggi.
“Bagus sekali, apalagi ini ekspor perdana yang diproduksi lokal. Kita sudah bisa membuat makanan kucing yang diekspor dan kucing jenis apa pun di dalam negeri bisa makan ini,” ujar Budi Santoso di Banyuasin, Kamis, 12 Februari 2026.
Kinerja ekspor pakan hewan nasional mencatatkan tren pertumbuhan yang luar biasa sebesar 158 persen pada periode terakhir. Negara Filipina menjadi salah satu pasar tujuan yang sangat potensial bagi pengembangan ekspansi produk manufaktur Indonesia.
Pemerintah terus mendorong para eksportir untuk memanfaatkan berbagai perjanjian dagang guna memperluas jangkauan pasar luar negeri. Perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif akan mempermudah akses produk lokal ke negara-negara mitra secara lebih luas.
“Membuka pasar-pasar baru ini melalui perjanjian dagang adalah kesempatan besar bagi eksportir kita. Kalau ekspor meningkat, ekosistem ekonomi kita jalan,” kata Budi.
Kementerian Perdagangan menyiagakan 46 kantor perwakilan perdagangan yang tersebar di 33 negara. Fasilitas tersebut siap membantu para pelaku usaha lokal dalam melakukan penjajakan bisnis dengan pembeli mancanegara.
Program pengembangan ekspor juga menyasar peningkatan kapasitas komoditas khas desa melalui inisiatif pelatihan yang sangat terpadu. Pemerintah optimistis bahwa sinergi lintas sektor akan semakin memperkuat citra industri pengolahan pakan ternak nasional.
Co-Founder Evo Group Dimas Baskoro menyatakan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kontribusi terhadap devisa negara secara konsisten. Dimas mengatakan bahwa pengiriman perdana ini merupakan tonggak strategis bagi pertumbuhan ekosistem bisnis perusahaan ke depan.
Perusahaan manufaktur tersebut sedang melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah pembeli potensial di wilayah Timur Tengah. Dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan mempermudah langkah pelaku usaha dalam melakukan penetrasi ke pasar global.
“Pelepasan ekspor ke Filipina ini menjadi kontribusi kami terhadap Indonesia karena produk ini 100 persen buatan PT EMI di Banyuasin, Sumatra Selatan. Terima kasih karena atas dukungan Kemendag, kami sedang menjajaki ekspor ke Timur Tengah dan negara-negara Asia lainnya seperti Vietnam,” ujar Dimas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....