Food Taipei 2026, Pangan Indonesia Bukukan Potensi Rp89,5 miliar
- 02 Jul 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Paviliun Indonesia di Food Taipei Mega Show 2026 membukukan potensi transaksi USD5 juta atau sekitar Rp89,5 miliar.
- Taiwan dinilai sebagai pasar strategis sekaligus pintu masuk ke Asia Timur, dengan produk seperti sarang burung walet, boga bahari, kopi, rempah-rempah, dan makanan ringan sehat paling diminati pembeli.
- Kemendag dan KDEI Taipei akan memperkuat promosi melalui business matching, misi dagang, dan kemitraan strategis untuk meningkatkan ekspor pangan Indonesia.
RRI.CO.ID, Taipei - Produk pangan Indonesia membukukan potensi transaksi sebesar USD 5 juta. Nilai itu setara Rp89,5 miliar melalui Paviliun Indonesia di Food Taipei Mega Show 2026.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Fajarini Puntodewi menyampaikan capaian tersebut. Menurutnya, hasil itu mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar Taiwan terhadap kualitas produk pangan Indonesia.
Potensi transaksi tersebut hasil sinergi KDEI Taipei, Kemendag, GAPMMI, Akademi Mudah Ekspor (AME), pelaku usaha Indonesia, dan mitra strategis. Puntodewi menilai kolaborasi dan strategi promosi yang tepat membuka peluang perdagangan produk Indonesia semakin luas.
"Potensi transaksi menunjukkan, produk pangan Indonesia memiliki kualitas, nilai tambah, dan daya saing semakin diakui di pasar Taiwan. Capaian ini menjadi bukti kolaborasi kuat dan strategi promosi tepat mampu membuka peluang perdagangan semakin luas produk Indonesia," ujar Puntodewi dalam keterangan yang diterima RRI, Kamis, 2 Juli 2026.
Hal yang sama disampaikan Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei Arif Sulistiyo. Ia mengatakan keikutsertaan Indonesia strategi memperluas akses pasar ekspor.
Arif mengatakan Taiwan menjadi pasar strategis karena memiliki sekitar 23 juta penduduk dengan daya beli tinggi. Taiwan juga menjadi pintu masuk bagi produk Indonesia untuk memperluas penetrasi ke kawasan Asia Timur.
"Taiwan merupakan pasar yang strategis bagi Indonesia. Taiwan menjadi tujuan ekspor potensial, sekaligus pintu masuk bagi produk Indonesia untuk memperluas penetrasi ke kawasan Asia Timur," ujar Arif.
Paviliun Indonesia menghadirkan lebih dari 20 pelaku usaha dengan berbagai produk pangan unggulan. Produk tersebut meliputi sarang burung walet, boga bahari, madu, kopi, rempah-rempah, hingga produk olahan perikanan.
Arif menyebut sarang burung walet, boga bahari, makanan ringan sehat, dan bumbu premium paling diminati. Mi instan sehat, rempah-rempah, serta gula kelapa sagu juga menarik perhatian para buyer.
KDEI Taipei akan memperkuat promosi melalui business matching, misi dagang, dan kemitraan strategis. Langkah tersebut diharapkan memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai ekspor produk pangan Indonesia.
Pemilik Novio Indonesia, Nunik, mengatakan antusiasme calon buyer di Taiwan sangat tinggi. Menurutnya, Taiwan juga berpotensi menjadi hub untuk memperluas jaringan bisnis ke pasar internasional.
"Saya tidak menyangka antusiasme calon buyer di Taiwan sebesar ini. Kami sangat puas dan senang," ujar Nunik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....