BPDP dan Aspekpir Lepas Ekspor Perdana 28 Ton Lidi Sawit ke Tiongkok

  • 20 Jun 2026 14:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Pengelola Dana Perkebunan dan Aspekpir mengekspor perdana 28 ton lidi sawit ke Tiongkok.
  • Petani kelapa sawit mengumpulkan bahan baku tersebut dari wilayah Sumatra Utara, Riau, dan Aceh.
  • Pihak penyelenggara mengadakan lokakarya praktik ekspor kelapa sawit di Kabupaten Langkat untuk meningkatkan kapasitas petani.

RRI.CO.ID, Medan - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama mitra melepas ekspor perdana 28 ton lidi sawit menuju Tiongkok. Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) mengumpulkan bahan baku tersebut dari tiga provinsi berbeda.

Pelepasan komoditas ekspor tersebut berlangsung di Belawan, Kota Medan, Provinsi Sumatra Utara pada Rabu, 17 Juni 2026. Rangkaian program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi penyokong utama ketersediaan komoditas perkebunan ini.

Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP menyampaikan sambutan tertulis melalui Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan Anwar Sadat. Kerja sama intensif kedua lembaga ini telah berjalan melalui berbagai kegiatan lokakarya sejak tahun 2024.

“BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan program strategis lain untuk mendukung peningkatan produktivitas para petani sawit di berbagai daerah. Program tersebut meliputi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) hingga pengembangan sumber daya manusia sektor perkebunan nasional.

“Rantai pasok produksi lidi sawit melibatkan banyak pihak, dari petani, pengrajin, koperasi, dan pelaku ekspor, sehingga dapat memberikan efek ganda bagi penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi di daerah,” ujarnya.

Ketua Umum Aspekpir Setiyono menegaskan pelepasan ekspor ini merupakan kelanjutan program pemberdayaan petani di daerah. Sedikitnya tujuh koperasi terlibat dalam penyediaan bahan baku untuk memberikan manfaat bagi 2.800 anggota mereka.

“Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan,” kata Setiyono.

Pelepasan ekspor perdana 28 ton lidi sawit menuju Tiongkok. (Foto: BPDP)

Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatra Utara Tsarwah turut memberikan apresiasi tinggi terhadap ekspor tersebut. Pemerintah daerah berharap pemanfaatan pelepah sawit sebagai biomassa mampu menciptakan lapangan kerja baru di perdesaan.

“Sumatera Utara memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan berbagai produk turunan berbasis limbah kelapa sawit, termasuk lidi sawit. Kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi petani, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan keberhasilan ekspor seperti ini,” ujarnya.

Kolaborasi kedua lembaga juga berlanjut melalui penyelenggaraan lokakarya praktik ekspor di Kabupaten Langkat pada Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 100 peserta dan diiringi penandatanganan kesepakatan bersama dengan koperasi kelapa sawit.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....