Samuel Sekuritas: Ekonomi Indonesia Tangguh di Tengah Tekanan Global
- 03 Feb 2026 17:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Ekonomi Indonesia memasuki Februari 2026 dengan fondasi dinilai tetap kuat meski menghadapi tekanan inflasi dan ketidakpastian global. Laporan terbaru Samuel Sekuritas menilai, aktivitas domestik masih menunjukkan ketahanan struktural.
“Indonesia memasuki Februari 2026 dengan gambaran makro beragam, ditandai aktivitas domestik tetap tangguh. Tekanan inflasi meningkat serta ketidakpastian geopolitik lebih tinggi,” tulis Samuel Sekuritas dalam laporannya, Selasa, 3 Februari 2026.
Sektor manufaktur menjadi penopang utama stabilitas ekonomi nasional pada awal 2026. Indeks PMI manufaktur Januari naik ke 52,6, mencerminkan ekspansi sehat tanpa tekanan harga berlebihan.
“Profil PMI menunjukkan pemulihan industri noninflationary. Kondisi ini memberi ruang kenyamanan bagi Bank Indonesia dalam kebijakan suku bunga” tulis laporan tersebut. .
Dari sisi eksternal, neraca perdagangan tetap menjadi bantalan penting perekonomian nasional. Indonesia mencatat surplus perdagangan USD 41,05 miliar sepanjang 2025 didorong ekspor dan kenaikan impor.
“Ekspor bangkit tajam sementara impor meningkat. Hal ini menandakan penguatan investasi domestik dan permintaan industri,” tulis Samuel Sekuritas.
Tekanan inflasi mulai meningkat pada awal 2026. Inflasi Januari tercatat 3,55 persen tahunan, sedikit di atas batas atas target Bank Indonesia.
“Inflasi diperkirakan tinggi pada kuartal pertama 2026. Tekanan dinilai dipicu faktor administrasi harga dan nilai tukar,” tulis laporan itu.
Di sisi struktural, inklusi keuangan terus menunjukkan kemajuan signifikan. Jumlah investor pasar modal menembus 21 juta seiring digitalisasi administrasi pajak.
“Pertumbuhan ini menegaskan pendalaman inklusi keuangan. Volatilitas pasar saham dinilai masih berlanjut,” tulis Samuel Sekuritas.
Meski demikian, risiko tata kelola tetap menjadi perhatian utama. Aktivitas ekonomi ilegal sektor pertambangan dinilai masih menjadi tantangan reformasi institusional.
“Secara keseluruhan, 2026 menjadi periode penyeimbangan kebijakan. Fokus diarahkan pada pertumbuhan, stabilitas, dan disiplin institusional," tulisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....