Produk Herbal Indonesia Tembus Pasar Arab Saudi Rp2,5 Miliar

  • 20 Jun 2026 01:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Produk herbal Indonesia mencatat kesepakatan ekspor perdana ke Arab Saudi senilai Rp2,5 miliar.
  • Kemendag menilai keberhasilan ini menunjukkan potensi besar produk herbal di Timur Tengah.
  • Distribusi produk ditargetkan tidak hanya di Arab Saudi, tetapi juga diperluas hingga Sudan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Produk herbal asal Indonesia kembali memperluas pasar ekspornya ke kawasan Timur Tengah melalui kemitraan dengan Al Itholah Trading. Kali ini, PT Dami Sariwana berhasil menjalin kerja sama ekspor perdana ke Arab Saudi senilai Rp2,5 miliar.

Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan Letter of Agreement (LoA) di Jeddah, Arab Saudi, Senin, 15 Juni 2026. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Dami Sariwana Taswan Wimala Putra dan pemilik Al Itholah Trading, Nassrudin.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menilai keberhasilan tersebut menunjukkan tingginya potensi produk herbal Indonesia di pasar internasional. Menurutnya, capaian itu merupakan hasil sinergi antara pelaku usaha, Kemendag, dan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.

“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi pelaku usaha, Kemendag, dan perwakilan perdagangan RI di luar negeri dalam membuka akses pasar. Kami berharap, kesepakatan pengiriman perdana ini membuka lebar kesempatan peningkatan ekspor produk herbal Indonesia ke Timur Tengah,” ujar Puntodewi dalam keterangan tertulis pada Kamis, 18 Juni 2026.

Kerja sama tersebut menunjukkan keberhasilan program pembinaan eksportir yang dijalankan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPSDMEJP). Program tersebut dinilai mampu mencetak pelaku usaha yang siap bersaing di pasar global.

“Hal ini membuktikan, program pendampingan Kemendag mencetak eksportir yang tangguh dan siap bersaing di pasar ketat seperti Timur Tengah. Kami optimis momentum ini akan memperkuat posisi produk herbal Indonesia,” katanya.

Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo, mengatakan tren gaya hidup sehat Arab Saudi menjadi peluang bagi produk herbal Indonesia. Untuk mendukung keberlanjutan bisnis, ITPC Jeddah juga melakukan verifikasi terhadap kredibilitas calon importir sebelum kerja sama dilaksanakan.

“Langkah preventif ini penting untuk memastikan kredibilitas mitra usaha dan memberikan rasa aman bagi eksportir Indonesia. Kami berkomitmen mengawal proses ini agar pengiriman perdana PT Dami Sariwana berjalan lancar,” ujar Bagas.

Kerja sama tersebut mencakup tiga produk herbal unggulan, yakni suplemen vitalitas pria, suplemen penurun gula darah, dan produk pelangsing tubuh. Pengiriman perdana direncanakan sebanyak satu kontainer pada Juli 2026 setelah memenuhi standar Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Dami Sariwana, Taswan Wimala Putra, mengapresiasi dukungan ITPC Jeddah dalam membuka akses pasar Arab Saudi. “Kami berharap keberhasilan ini menjadi pintu masuk strategis bagi kehadiran produk-produk kami di seluruh wilayah Timur Tengah dan sekitarnya,” ujar Taswan.

Sementara itu, pemilik Al Itholah Trading, Nassrudin, menilai produk herbal Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar regional. “Target pasar kami tidak hanya terbatas di Arab Saudi saja, melainkan akan kami perluas hingga ke Sudan,” kata Nassrudin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....