Ekosistem IP Indonesia Didukung Tembus Gerbang Internasional
- 20 Jun 2026 21:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Ekonomi Kreatif resmikan Instalasi dan Creative Store Butter Baby
- Peresmian berlangsung di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
- Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan IP lokal
- Instalasi ikonik Butter Baby setinggi 8 meter hadir di gerbang internasional Bandara Soekarno-Hatta
- Lokasi strategis di Terminal 3 diharapkan meningkatkan eksposur karya kreatif Indonesia kepada dunia
- Pemerintah mendorong IP lokal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi kreatif nasional
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI, mendukung penguatan ekosistem kekayaan intelektual lokal Indonesia. Dukungan diwujudkan melalui peresmian Instalasi dan Creative Store Butter Baby, di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Menurut Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, Butter Baby lebih dari produk kuliner, karena membangun cerita dan karakter berkelanjutan. “Butter Baby bukan sekadar toko donat. Mereka menghadirkan pengalaman inovatif yang menciptakan ekosistem ekonomi kreatif dalam cakupan kuliner, storytelling, desain, dan branding. Menjadi tugas Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mendukung IP lokal, agar tumbuh tidak hanya sebagai kebanggaan nasional tetapi juga menjadi global champion” ujar Menteri Ekraf, Jumat 19 Juni 2026.
Dalam peresmian tersebut, Butter Baby turut menghadirkan instalasi ikonik berbahan chrome setinggi 8 meter dengan berat 7,5 ton. Instalasi itu menjadi simbol IP lokal di sektor kuliner merupakan aset ekonomi bernilai tinggi.
Penempatannya di gerbang internasional Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta juga dinilai strategis. Lokasi itu dinilai menjadi representasi Indonesia, yang setiap hari dilalui jutaan penumpang dari berbagai daerah maupun mancanegara.
“Pertengahan tahun lalu, teman-teman dari Butter Baby datang membawa ide untuk menghadirkan sebuah IP bagi Indonesia. IP tersebut dipersiapkan secara matang tidak hanya untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga sejak awal dirancang dengan konsep untuk go global. Disinilah kita menyaksikan perjalanan budaya Indonesia yang berkolaborasi dengan selera global,” ungkap Teuku Riefky
Butter Baby merupakan karakter IP asli Indonesia, yang menggabungkan kuliner, musik, storytelling, desain, dan branding. Mereka berkembang pesat setelah membuka 3 gerai strategis di beberapa pusat perbelanjaan besar, hingga ekspansi ke pasar internasional.
“IP Butter Baby hadir karena kreativitas dan dukungan masyarakat Indonesia. Karakter Butter Baby merupakan alien mentega dari Butterlandia yang mendarat di Jakarta, untuk menemukan sumber mentega baru demi menyelamatkan planetnya. Perjalanan kreatif dimulai dari Indonesia dan akan kami bawa ke dunia. Terima kasih atas dukungan yang memungkinkan IP ini terwujud,” ucap Henry Burch, Founder Butter Baby.
Kementerian Ekraf terus mendorong kolaborasi yang mendukung pemilik IP memunculkan karya dan produk kreatif. Hal itu sebagai upaya mengembangkan sektor kreatif mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional, membuka lapangan kerja, hingga menarik investasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....