Merintis Batik Dari Rumah hingga Menjadi Pelopor Muda
- 01 Des 2025 20:21 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta : Shekar Hanum Pramesty, perempuan muda kelahiran Padang, 9 April 2025, terus menapaki jalan seni kriya dengan penuh tekad. Anak ketiga dari pasangan Masril, seorang buruh harian lepas, dan Fifi Yatmi, ibu rumah tangga, ini tinggal di Jl. Batu Ampa Pampangan Nan XX, Kota Padang. Lulusan S1 Pendidikan Seni Rupa UNP itu sudah mencintai dunia batik sejak duduk di bangku SMK, hingga kini berhasil merintis brand batiknya sendiri bernama Shanumesty.
Perjalanan Shekar dalam dunia membatik dimulai sejak 2020, ketika ia dipercaya menjadi tim produksi Batik Tarancak Kota Solok. Dari pengalaman itu, ia memperluas kemampuan dan mulai menerima pesanan dengan brand sendiri pada 2023. Hanum sapaan beliau mengatakan, “Saya ingin membuktikan bahwa jurusan kriya batik bukan jurusan pinggiran. Dari sinilah saya ingin menunjukkan bahwa masa depan bisa dibangun dari apa yang kita tekuni,” ujar Hanum disaat wawancara di acara Apresiasi Budaya Minangkabau, Rabu malam, (19/11/2025) melalui sambungan telp. Pada 2024, ia meraih Juara 1 Pemuda Pelopor Kota Padang dan Juara 2 tingkat Provinsi Sumbar dalam bidang Seni dan Budaya.
Tak hanya berkarya, Shekar juga aktif berbagi ilmu kepada masyarakat. Ia pernah mengadakan pelatihan membatik gratis pada 2023, menerima kunjungan dari berbagai instansi, dan mengajak anak-anak mengenal batik melalui motif kartun agar lebih mudah dipahami. “Dengan batik, saya bisa menyampaikan makna yang tidak bisa saya ucapkan dengan kata-kata,” tuturnya. Ia juga rutin menjadi pemateri dalam kegiatan seni sekaligus bermitra dengan Batik Tarancak Solok dan SMK Negeri 4 Padang sebagai tempat PKL siswa.
/iuzjct9zjjtqt4o.jpeg)
Hanum berharap batik Shanumesty memiliki ruang produksi yang layak dan pasar yang lebih luas. (Foto: Hanum)
Meski terus berkembang, Shekar masih menghadapi keterbatasan ruang produksi. Saat ini, kegiatan membatik dilakukan di teras rumah orang tuanya yang berukuran kecil dan rentan terhadap hujan serta angin. Meski begitu, dukungan orang tua membuatnya tak pernah ragu melangkah. “Coba dan lakukanlah semua kegiatan positif selagi muda, karena kesempatan tidak akan datang dua kali,” pesan orang tuanya yang selalu ia pegang. “Selalu ada keindahan di balik ketidaksempurnaan,” tambahnya mengutip petuah keluarga.
Ke depan, Hanum berharap batik Shanumesty memiliki ruang produksi yang layak dan pasar yang lebih luas. Ia ingin usahanya dapat membuka lapangan pekerjaan serta menjadi inspirasi bagi adik-adik yang menempuh jurusan kriya. “Saya ingin mereka melihat bahwa jurusan ini bukan jurusan yang dipandang rendah, tapi jalan menuju peluang besar dan kemandirian,” harapnya dengan penuh keyakinan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....