Bapak Wushu Indonesia IGK Manila Meninggal Dunia

  • 18 Agt 2025 13:27 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta : Dunia olahraga Indonesia Tokoh olahraga Indonesia I Gusti Kompyang (IGK) Manila berpulang pada Senin (18/8/2025) pagi, pukul 08.59 WIB. Pria kelahiran Singaraja, Bali, 8 Juli 1942 (83 tahun), berpulang di Rumah Sakit Bunda Menteng, Jakarta Pusat.

Saat ini almarhum sedang dimandikan di RSPAD Gatot Subroto untuk selanjutnya akan disemayamkan di Gedung ABN Nasdem Pancoran. Rencana selanjutnya akan dikremasi hari Rabu (20/8/2025)

“Berita Duka Cita: Telah berpulang dengan tenang Bpk IGK MANILA, Senin , 18 Agustus 2025 jam 08:59 di RS BUNDA MENTENG. Semoga Tuhan menerima amal baik beliau, mengampuni segala kesalahan beliau, memberi tempat terbaik di sisi-Nya & memberi kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” begitu kabar duka itu dikirim melalui WhatsApp.

Kepergian IGK Manila merupakan kehilangan besar bagi dunia olahraga Indonesia. Sosok yang memiliki ciri khas dengan jambang dan brewoknya itu begitu lengkap dan berprestasi dalam karienya di olahraga.

Bahkan sampai berpulang, IGK Manila tercatat sebagai Bapak Wushu Indonesia berkat jasanya merintis dan mengembangkan olahraga bela diri asal Negeri China itu di Tanah Air.

Selain pernah menyandang Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI), Manila juga tercatat sebagai pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat di era Ketua Umum Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar.

Masih di dunia olahraga, Manila pernah menjabat Direktur Akademi Olah Raga Indonesia (AKORIN).

Kiprahnya yang paling moncer di olahraga tentu ketika Manila terjun di olahraga populer sepakbola. Dia pernah menduduki jabatan Manajer Tim Nasional Sepakbola SEA Games 1991 Filipina dan Manajer Tim Persija Jakarta dan Bandung Raya Bandung.

Manila Raih Emas di Manila

Sebagai Manajer Timnas Sepakbola SEA Games 1991, Manila menerapkan disiplin yang ketat bersama pelatih asal Rusia Anatoly Polosin. Selain itu para pemain juga ditempa fisik yang luar biasa.

Hasilnya berbuah manis setelah Roby Darwis dan kawan-kawan mampu merebut medali emas di pesta olahraga antarbangsa Asia Tenggara yang diadakan di Manila Filipina itu. Maka munculah istilah untuk menaklukkan Manila maka pimpinannya harus Manila juga atau Manila berjaya meraih emas di Manlia.

Masih di sepakbola. Ketika dipercaya menjadi Manajer Tim Persija, Manila juga sukses mengantar kesebelsan Ibukota menjuarai Liga Indonesia pada 2001 silam. Sukses itu diraih setelah pasukan Macan Kemayoran menundukkan PSM Makassar 3-2 dalam final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Sebelumnya, tangan dingin Manila juga menghasilkan gelar juara ketika bergabung di klub sepakbola Mastrans Bandung Raya. Klub asal Kota Kembang ini tampil sebagai juara Liga Indonesia setelah mengalahkan PSM Ujungpandang di babak final.

Panglima Gajah

Sebelum menyandang Purnawirawan perwira tinggi TNI, Manila sempat menggerkan ketika mendapat tugas memimpin Operasi Ganesha. Operasi heroik untuk menyelamatkan 242 gajah di perkampungan transmigran Air Sugihan, Sumatera Selatan pada 1982.

Seperti dikutip dari detik.com, Manila yang ketika itu berpangkat Letkol CPM mendapat kerpecayaan memimpin Operasi Ganesha setelah meraih nilai terbaik dalam seleksi yang diikuti beberapa orang dari berbagai kesatuan. Nilai plus lainnya yang membuat Manila terpilih adalah karena dia mempunyai hobi berburu di hutan.

Mendapat kepercayaan memimpin operasi terbesar dan pertama di dunia untuk upaya penyelamatan gajah sehingga banyak mendapat perhatian dari para ahli dunia, Manila menunjukkan keseriusannya dengan nazar menggunduli kepalanya hingga plontos selama operasi berlangsung. Sebaliknya kumis dan brewoknya dibiarkan tumbuh lebat.

Manila menjadi komando dari 400 prajurit, 150 diantaranya personel Batalyon Zeni Tempur Kodam Sriwijaya dan 2.000 kepala keluarga transmigran yang dikerahkan dalam operasi.

Total operasi penggiringan gajah ke Lebok Hitam di Kabupaten Musi Banyu asin itu berakhir pada 22 Desember 1982. Pada 15 Januari 1983, ratusan tentara yang terlibat dalam Operasi Ganesha bertemu Presiden Soeharto di Bina Graha.

Sukses memimpin Operasi Ganesha sehingga mendapat julukan Jenderal Gajah, tentu juga didukung oleh pengalaman Manila dalam berbagai operasi. Manila tercatat memiliki riwayat bergabung dalam Operasi Penumpasan G-30S/PKI (1965), Operasi Dwikora (1966), Operasi PGRS (1967), Operasi Ganesha (1982) dan Kontingen GARUDA VII (UNEF Timur Tengah).

Sebagai salah satu dari 15 perwira remaja pertama lulusan AMN dengan kecabangan Corps Polisi Militer kemudian meniti kareier di militer sampai dengan pangkat terahkir Mayor Jenderal TNI AD (POM ABRI).

Pendidikan militer Manila dimulai dari Akademi Militer Nasional (1964), Susarbang Paja POM (1965), Raider (1968), Suslapa POM (1974), Seskoad (1977), Tar P-4 Pusat (1988), Suspadnas (1989), Sus Sospol ABRI (1991), dan Tar-4 Manggala Tk Pusat (1998).

Setelah menyandang tanda pangkat Letnan Dua (1964), Manila kemudian meraih Letnan Satu 1968, Kapten (1970), Mayor (1973), Letnan Kolonel (1978), Kolonel (1983), Brigadir Jenderal (1993), dan Mayor Jenderal (1996).

Dalam kariernya, Manila menorehkan riwayat jabatan Danton Yon PP (1965), ADC Pangkopur Pom IV Kalbar (1966), Pama Ronyid Pom 14/HN (1967), Kasubro OPS Pom 14/HN (1968)

Danki 35 Pom 14/HN (1969), Paurmin Denma Dikpom (1970), ADC Sekpri Bakin (1970), Gunmil Pusdikpom (1974), Karowas (1977), Pa Hub PS PBB (1977), Kabag Hartib Disprovad (1978), Kapomdam IV/Sriwijaya (1985), Dan Pusdik Pom (1985), Wadan Puspom (1988), Staf Ahli Pangab (1993).

Berkat pengabdian yang tinggi, Manila mendapat Tanda Jasa: Satya Lencana GOM VIII, Satya Lencana Wira Dharma, Satya Lencana Penegak, Satya Lencana Kesetiaan VII, Satya Lencana Kesetiaan XXIV, Satya Lencana Seroja, dan Satya Lencana Bintang Yudha Darma.

Sebagai sosok yang ramah dan suka bergaul, Manila juga dipercaya menduduki jabatan sipil

Ketua STPDN (1995), Sekjen DEPPEN (1998), Otorisator BIKN (2000), Wakil Ketua Umum ORARI (2006) dan tentunya posisi penting di beberapa induk organisasi olahraga.

Pada tahun 2020, Manila memasuki duni partai politik dan menjabat sebagai Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....