Potensi Wisata Desa Pancasari

  • 11 Jun 2024 11:17 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Desa Pancasari salah satu desa di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Desa Pancasari yang terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 1000-1100 di atas permukaan laut, terbagi ke dalam beberapa dusun, diantaranya Dusun Buyan dan Dusun Peken. Sekretaris Desa Pancasari sekaligus pengelola usaha Agro Pudak lestari (APL) I Gusti Agung Made Ngurah, dalam program Mozaik Indonesia mengatakan ada dua potensi utama desa Pancasari yaitu potensi pertanian dan pariwisata. Kedua potensi tersebut tetap berkembang hingga saat ini.

“Dari awal desa Pancasari berdiri potensinya adalah pertanian. Sebagian besar penduduk Pancasari hampir 90 persen awalnya memilih menjadi petani. Sesuai dengan perkembangan jaman, berjalanlah alur, berkembanglah pariwisata, diawali dengan adanya selain hotel, masyarakat juga mengembangkan wisata petik strawberry. Untuk potensi pariwisata sendiri cukup banyak yang dikembangkan,”ujarnya

Lebih lanjut dikatakan, selain wisata pertanian, ada juga wisata tirta atau wisata religi, hanya saja memang belum optimal tergali secara utuh. Pada saat ini yang cukup banyak perkembangannya mulai tahun 2020 akhir, yaitu wisata camping atau glamping.

“Wisata camping dari berbagai jenis, awalnya berkembang di pinggiran danau, sampai merambah ke masyarakat di pedalaman, tergantung potensi dan view di lokasi tersebut, apa yang ditonjolkan dan ditawarkan, pengelolanya sendiri hampir 95 persen adalah masyarakat lokal yang mengembangkan lahannya masing-masing,”sambungnya.

Gusti menambahkan, awal mula muncul camping ground pada tahun 2012, ketika terjadi bencana air danau yang meluap, menyebabkan lahan masyarakat yang ada di wilayah pinggiran danau tenggelam, hingga akhirmya masyarakat Pancasari yang memiliki lahan tidak bisa lagi bercocok tanam, menyebabkan potensi desa di bidang pertanian berkurang, masyarakat pun mulai beralih ke potensi wisata camping.

“Pada saat itu ada program pemerintah yang dikawal oleh pemerintah daerah Bali yaitu membuat shortcut Singaraja-Mengwitani, masyarakat memanfaatkan tanah shortcut yang terbuang untuk penimbunan, atau peninggian lahan-lahan masyarakat, setelah ditinggikan dengan tanah shortcut tersebut akhirnya potensi desa berubah dari pertanian yang di pinggir danau, masyarakat membuka lahan untuk camping dengan view pinggir danau,”tambahnya.

Selain Kintamani, Kabupaten Bangli, destinasi glamping di Bali juga ada di wilayah Kabupaten Buleleng. Agro Pudak Lestari Glamping menawarkan suasana alam pedesaan yang menenangkan, lengkap dengan udara sejuk dan pemandangan yang memukau. Salah satu lokasi camping yang ada di Banjar Dinas Buyan yaitu Agro Pudak Kestari (APL) di jalan Ulun Danu Buyan, awalnya memanfaatkan lahan yang terdampak bencana air danau meluap, sehingga dari timbunan tanah shortcut, masyarakat mencoba membuat wisata camping sejak tahun 2020 yang berkembang hingga saat ini.

“Tidak hanya fasilitas untuk camping atau glamping dengan view danau, tapi juga ada restoran walaupun dengan menu yang sederhana setidaknya bisa memberikan layanan bagi wisatawan yang berkunjung ataupun yang menyewa lahan untuk camping, wisatawan yang menginap atau camping sekaligus juga dapat mengunjungi tempat wisata edukasi petik strawberry, wisata taman bunga krisan, jadi masyarakat desa Pancasari sendiri sebenarnya saling mendukung untuk mengembangkan potensi wisata yang ada, diharapkan potensi wisata kita semakin berkembang dengan tetap memberdayakan masyarakat lokal dan perangkat desa juga bisa memaksimalkan potensi masyarakat desa,”tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....