Tari Pendet Pasepan Semarakkan Pembukaan Nusa Penida Festival 2023
- 06 Okt 2023 14:29 WIB
- Denpasar
KBRN, Klungkung: Semarak pembukaan Nusa Penida Festival tahun 2023 disambut ratusan penari Pendet Pasepan yang mengiringi upacara mulang pakelem ke laut Batununggul, Sampalan, Nusa Penida.
Upacara Mulang Pakelem merupakan rangkaian awal Nusa Penida Festival yang dilakukan oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Penglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Dalem Semaraputra .
Ritual tersebut merupakan bentuk syukur dan memohon doa restu serta keselamatan agar pelaksanaan Nusa Penida Festival VI berjalan lancar.
Pada prosesi ritul tersebut, juga diiringi tarian Pendet Pasepan yang ditarikan kurang lebih 500 penari. Tari Pendet Pasepan merupakan tarian sakral asal Banjar Adat Dalem Setra Desa Batununggul, Nusa Penida.
Penggarap tari dan tabuh Pendet Pasepan I Dewa Gede Rai kepada RRI di Nusa Penida, Kamis (05/10/2023) mengatakan tari Pendet Pasepan sengaja dipentaskan pada pembukaan Festival Nusa Penida ini, berkaitan dengan rangakaian upacara mulang pakelem. Upacara yang dipersembahkan kepada Ida Sang Hyang Baruna di laut itu untuk bisa menyatukan bhuana alit dan bhuana agung.
Dalam rangkaian upacara tersebutlah tari Pendet Pasepan dalam disaksikan secara langsung oleh masyarakat maupun wisatawan yang datang pada saat pembukaan festival.
"Tari ini ditarikan oleh 500 orang. Kami libatkan penari dari anak-anak, remaja, dewasa dan generasi tua", jelasnya.
Dewa Rai mengatakan tari Pendet Pasepan ini tidak boleh ditarikan disembarang tempat karena merupakan tarian sakral dan sudah di pasupati. Sehingga tarian ini hanya bisa dipentaskan pada saat upacara tertentu yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan.
"Pendet Pasepan ini tidak boleh ditarikan oleh sembarang orang. Hanya bisa ditarikan oleh orang-orang yang sudah memenuhi syarat dan dipasupati dan menyatu dengan kesatuan gerak tari. Itupun merupakan ayah-ayahan yang bersifat sosial sehingga tidak bisa ditarikan oleh sembarang orang", terangnya.
Tari Pendet Pasepan yang diciptakan pada tahun 2007 itu memiliki nilai religius yakni menggunakan pasepan sebagai alat pegenian merupakan suatu penyusian terhadap benda-benda sakral yang sampai saat ini diyakini bisa dijaga kecusiannya.
"Perlindungan tari Pendet Pasepan ini sudah kita upayakan dengan Bendesa Adat agar dapat dimasukkan ke dalam awig untuk menjaga kelestarian tarian tersebut agar juga ada regenerasi secara berkesinambungan", pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....