BKSDA Bali Tawarkan Konsep The New Kintamani untuk Pariwisata Bangli

  • 17 Sep 2026 06:53 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Bangli - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menawarkan konsep “The New Kintamani” dalam Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPPARKAB) Bangli Tahun 2026–2045. Konsep tersebut disampaikan Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, dalam FGD ke-I yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bangli, Selasa 15 September 2026, di Ruang Rapat Disperindag, Kantor Bersama Locasarana, Bangli.

Ratna mengatakan, The New Kintamani merupakan konsep pengelolaan bentang alam yang adaptif dan kolaboratif, khususnya di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur Bukit Payang dan TWA Panelokan. “Kami memiliki konsep The New Kintamani yang dapat menjadi salah satu bahan dalam penyusunan RIPPARKAB Bangli. BKSDA Bali siap mendukung dan menindaklanjuti bersama Pemerintah Kabupaten Bangli, termasuk apabila ke depan diperlukan kerja sama bilateral,” ujarnya.

Konsep tersebut mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, desa adat, pelaku usaha jeep wisata, pemandu pendakian, pelaku usaha sarana wisata alam, pedagang, masyarakat di kawasan konservasi, pengelola Geopark, hingga agen wisata. Sejumlah langkah yang disiapkan BKSDA Bali meliputi penataan jalur dan fasilitasi perizinan berusaha bagi kelompok jeep wisata, penataan jalur pendakian, pedagang dan warung, skuter wisata, serta penguatan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

FGD yang digelar BRIDA Bangli tersebut menjadi bagian awal penyusunan RIPPARKAB Bangli sebagai pedoman pembangunan kepariwisataan daerah jangka panjang. Forum melibatkan pemerintah daerah, pengelola destinasi, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.

Perwakilan Pokdarwis Abang Erawang, I Nengah Suranata, dalam forum tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada BKSDA Bali atas pembangunan fasilitas toilet umum dan pos penjagaan di kawasan TWA Panelokan. Fasilitas tersebut dinilai memberikan manfaat bagi kenyamanan dan keamanan pengunjung serta pengelola destinasi.

Penyusunan RIPPARKAB Bangli diharapkan dapat mengarahkan pengembangan pariwisata secara terencana dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan budaya serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....