Pariwisata Bali Didorong Semakin Tangguh Hadapi Bencana
- 09 Sep 2026 14:19 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Industri pariwisata Bali didorong semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat mengganggu keamanan, kenyamanan wisatawan, hingga operasional usaha pariwisata. Kesiapan tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan dan keberlanjutan sektor pariwisata Bali.
Wakil Ketua PHRI Provinsi Bali, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, SE., M.BA mengatakan, Bali memiliki berbagai potensi risiko bencana, mulai dari gempa bumi dan tsunami, erupsi gunung api, banjir, longsor, cuaca ekstrem, kebakaran, hingga wabah dan krisis kesehatan. Menurutnya, bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga berpotensi menyebabkan penurunan kunjungan wisatawan, pembatalan hotel, gangguan operasional, dan hilangnya kepercayaan wisatawan.
"Bencana ini tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga dapat menyebabkan penurunan kunjungan, pembatalan hotel, gangguan operasional dan hilangnya kepercayaan calon wisatawan. Bali ini harus siap sebelum ada bencana," ujar Rai.
Rai Suryawijaya menambahkan, pelaku industri pariwisata perlu memiliki kesiapsiagaan yang lebih kuat melalui Business Continuity Plan (BCP) dan Emergency Response Plan. Kesiapan tersebut mencakup kejelasan jalur evakuasi dan titik kumpul, simulasi evakuasi berkala, sistem komunikasi darurat, hingga kesiapan kebutuhan dasar serta pelatihan karyawan dalam menghadapi kondisi bencana.
"Yang perlu dipastikan kalau terjadi apa-apa di hotel, jalur evakuasinya, titik kumpulnya jelas, simulasi evakuasi secara berkala, dan sistem komunikasi darurat harus dilakukan," jelasnya.
Ia menegaskan, keamanan menjadi faktor utama yang harus terus dijaga seluruh pemangku kepentingan pariwisata. Langkah tersebut diperlukan agar berbagai kejadian bencana maupun gangguan transportasi tidak berdampak pada kepercayaan wisatawan terhadap Bali sebagai destinasi wisata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....