Bali Interfood 2026 Buka Ruang Promosi bagi UMKM Lokal

  • 02 Sep 2026 14:50 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Bali Interfood 2026 resmi dibuka di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Rabu 02 September 2026. Event yang berlangsung tiga hari (02 – 04 September 2026) ini menghadirkan 110 peserta termasuk 35 UMKM.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim mengemukakan, peserta Bali Interfood 2026 berasal dari delapan negara. Kedelapan negara itu meliputi China, Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, Jepang, dan Prancis.

“Kehadiran peserta dari berbagai negara memberikan kesempatan bagi pengunjung dan pelaku usaha untuk melihat produk serta perkembangan terbaru dari pasar internasional,” katanya kepada wartawan usai pembukaan Bali Interfood 2026 di BNDCC, Rabu 02 September 2026.

Tidak hanya fokus pada peserta mancanegara, Bali Interfood 2026 juga membuka ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Pulau Dewata. Terlebih pelaku UMKM makanan dan minuman lokal disebut memiliki peran strategis dalam mengatrol aktivitas kepariwisataan Bali.

“Bali Interfood 2026 melibatkan 8 UMKM makanan dan minuman yang berbasis di Bali. Tahun depan saya pastikan jumlahnya meningkat,” jelasnya.

Daud mengemukakan, tahun depan UMKM yang terlibat akan diperluas kepada pelaku usaha di bidang pelayanan atau hospitality. Langkah itu tidak lepas dari rencana transformasi Bali Interfood menjadi Bali Interfood and Hospitality.

“Tahun depan kita akan melibatkan UMKM yang bergerak di sektor hospitality, seperti produsen sabun dan skincare untuk SPA,” lanjut Daud.

Staf Ahli Gubernur Bali bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan, Dr. I Wayan Ekadina, S.E., M.Si., mengapresiasi Krista Exhibitions yang kembali menginisiasi event Bali Interfood 2026. Menurutnya event ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam memberdayakan potensi pelaku UMKM lokal.

“Bali dengan kunjungan wisatanya tidak bisa lepas dari dukungan UMKM lokal, khususnya yang bergerak di sektor makanan dan minuman,” sebutnya.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap konsumsi produk UMKM yang mengedepankan kearifan lokal kita bisa lebih dioptimalkan, tidak hanya di Bali, tetapi juga hingga mancanegara,” imbuh Ekadina.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Prof. Dr. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengakui, UMKM makanan dan minuman memiliki kontribusi signifikan bagi sektor pelesiran. Dukungan itu terlihat dari daya tarik sektor makanan dan minuman bagi para calon wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara.

“Apalagi kita ketahui lebih dari 51 persen pertumbuhan Bali, 20 persen lebih itu berasal dari sektor makanan dan minuman,” katanya.

“Artinya hampir 40 persen aktivitas pariwisata itu, pembelanjaan wisatawan itu ke makanan dan minuman. Ini menjadi peluang besar Bali untuk menggenjot potensi UMKM makanan dan minuman,” sambung pria yang akrab disapa Cok Ace itu.

Bali Interfood 2026 menghadirkan berbagai kebutuhan untuk industri makanan dan minuman, mulai dari bahan baku, bakery dan pastry, kopi, wine dan spirit, horeca, jasa boga, peralatan pengolahan, hingga teknologi dan solusi pengemasan. Kehadiran berbagai produk dan teknologi tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk melihat perkembangan terbaru sekaligus mencari produk dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.

Tahun ini menghadirkan Bali Hotel & Tourism, Bali Coffee Expo, Bali Wine & Spirit, serta Bakery Indonesia Expo 2026. Kehadiran beberapa pameran dalam waktu dan lokasi yang sama diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi produsen, distributor, buyer, hotel dan restoran, pelaku usaha kuliner, serta penyedia teknologi untuk bertemu dan menjajaki kerja sama baru.

Selain menghadirkan beragam produk dan solusi industri makanan, minuman, bakery, hotel, restoran, dan kafe, Bali Interfood 2026 juga menghadirkan berbagai program menarik yang dirancang untuk memberikan pengalaman, edukasi, serta peluang networking bagi para pengunjung dan pelaku industri. Hal yang Istimewa pada Bali Interfood 2026 adanya program internasional Gelato World Cup Indonesian Selection selama tiga hari.

Pengunjung dapat menyaksikan kompetisi dan berbagai workshop gelato, termasuk Gelato Workshop Coconut Mango Dessert dan Mixologist Workshop Morello Cherry Gelato, Gelato Competition, serta Gelato Workshop Sobert Lollies dan Mixologist Workshop Blood Orange Sorbet. Pengunjung dapat mengikuti berbagai sesi inspiratif, mulai dari Cinnamon Roll bersama Chef Fajri Winarno dan Dimsum Keju Lumer & Ghyong Chilli Oil bersama Chef Lucky R Katili.

Main Stage bakal menghadirkan program Wine Pairings yang mencakup sesi Wine & Coffee Sensory bersama Bali Beans Coffee, Wine & Chocolate Pairing bersama Mason Chocolates Bali, serta Plant-Based Perfection: A Green Rebel Wine Pairing Workshop. Di area Business Matching Room, Bali Interfood 2026 menghadirkan rangkaian program networking dan business matching yang dirancang untuk mempertemukan pelaku industri Ho.Re.Ca.Ba (Hotel, Restaurant, Café, dan Bakery) dengan para supplier dan exhibitor.

Program tersebut meliputi Ngopi Darat with Purchasing & Supplier Ho.Re.Ca.Ba Bali”, Coffee Morning with APKRINDO dan APRINDO Bali, Afternoon Tea with IKABOGA dan PHRI Bali, serta Meetup with Bali Restaurant Café Associations. Seluruh rangkaian program di Business Matching Room menjadi wadah strategis untuk mempertemukan secara langsung perwakilan asosiasi, purchasing, dan procurement dari sektor hotel, restoran, kafe, dan bakery di Bali dengan supplier serta exhibitor yang menawarkan berbagai produk, teknologi, dan solusi bagi kebutuhan industri.

Melalui pertemuan tersebut, para pelaku usaha dapat memperluas peluang sourcing, membangun jejaring bisnis, serta mengeksplorasi potensi kerja sama dan kemitraan yang dapat mendukung pertumbuhan industri hospitality dan kuliner di Bali. Program edukasi dan peningkatan kompetensi juga hadir melalui Krista Training Center by IKABOGA, yang menyelenggarakan Sertifikasi BNSP.

Program sertifikasi ini mencakup bidang Chef de Partie, Demi Chef, Baker, Commis Pastry, serta RCC (Perpanjangan Masa Berlaku Sertifikat). Sementara itu, IPBI Competition Area akan menghadirkan kompetisi dan workshop bagi para profesional di bidang kuliner dan hospitality, yaitu Fruit Carving Competition, Table Setting Into the Sea Competition, Flower Table Decoration Workshop dan juga Panel Discussion bertajuk “Rethinking Food Waste: How Hospitality Can Do It Better” oleh Business & Community Manager Bali Restaurant Café Association (BRCA).

Penyelenggaraan Bali Interfood 2026 turut didukung oleh berbagai kementerian, pemerintah daerah, asosiasi, institusi pendidikan, serta organisasi profesi dan industri. Ajang ini juga menyasar perwakilan retail modern maupun tradisional, franchise, produsen bahan baku, hingga investor yang ingin menjajaki peluang kerja sama sekaligus memperluas jaringan bisnis di sektor makanan, minuman, dan HORECA.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....