Liburan ke Eropa? Kenali Modus Copet yang Sering Mengincar Wisatawan
- 05 Agt 2026 06:31 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Pergi berlibur ke kota-kota seperti Paris, Roma, Barcelona menjadi impian banyak orang. Keindahan arsitektur, sejarah, dan budaya yang memikat membuat wisatawan memilih Eropa sebagai destinasi liburan. Namun di balik pesonanya, wisatawan perlu mewaspadai aksi copet yang menjadi tindakan kriminal paling umum di negara tersebut.
Menurut European Crime Prevention Network, salah satu modus yang sering digunakan untuk melakukan aksi copet adalah pengalihan perhatian. Pelaku biasanya bekerja secara berkelompok dan memiliki tugas masing-masing.
Pengalihan yang dilakukan biasanya dengan menjatuhkan barang di depan korban, mengajak berbicara, dan bertanya arah. Ketika korban lengah, maka rekan lainnya akan mengambil barang berharga seperti dompet, ponsel, paspor maupun tas dalam hitungan detik.
Modus lainnya yang sering terjadi adalah berdesakan di tempat ramai seperti di stasiun kereta, halte, dan objek wisata. Pelaku biasanya mendorong korban secara halus sehingga tidak menyadari barang berharganya telah berpindah tangan.
Wisatawan juga perlu berhati-hati ketika ada orang asing yang menawarkan bantuan seperti memberikan gelang atau bunga gratis. Aktivitas tersebut sering dipakai untuk mengalihkan perhatian korban.
Menurut Europol, beberapa destinasi wisata populer memiliki risiko pencopetan yang lebih tinggi karena dipadati pengunjung. Kawasan seperti Air Mancur Trevi, Colosseum, Pantheon di Roma, Menara Eiffel di Paris sering disebut dalam laporan kasus pencopetan.
Agar perjalanan tetap aman, simpan barang berharga di tempat yang terpisah. Gunakan tas selempang dengan ritsleting rapat yang berada di depan tubuh agar terjangkau oleh pandangan.
Selain itu, hindari menyimpan dompet atau ponsel di saku celana dan jangan memamerkan barang secara berlebihan. Tetap waspada ketika berada di keramaian.
Jika anda menjadi korban pencopetan, segera blokir kartu debit atau kartu kredit melalui bank dan laporkan kejadian pada polisi setempat. Hubungi kedutaan atau konsulat apabila paspor ikut hilang. Dokumen kepolisian biasanya juga diperlukan sebagai syarat pengajuan klaim asuransi perjalanan.
Tetap bersikap tenang dengan mengetahui langkah yang harus dilakukan. Maka, dampak dari kehilangan barang bisa diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....