Undiksha Padukan Teknologi AR dengan Pelestarian Budaya

  • 23 Jul 2026 13:47 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Pengalaman berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli ke depan berpotensi menjadi lebih interaktif. Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) tengah mengembangkan konsep Smart Sustainable Edutourism berbasis Augmented Reality (AR) sebagai bagian dari transformasi digital destinasi wisata budaya tersebut.

Mengutip ANTARA, inovasi ini merupakan bagian dari Program Bestari Saintek yang didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Saat ini, tim peneliti Undiksha masih berada pada tahap penyempurnaan sistem sebelum nantinya diimplementasikan dan diuji coba langsung di lapangan.

Ketua Tim Peneliti Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, menjelaskan bahwa teknologi AR dirancang untuk menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif. Nantinya, wisatawan cukup memindai QR Code atau mengakses titik tertentu melalui ponsel pintar untuk memperoleh informasi dalam bentuk animasi, model tiga dimensi (3D), audio, video, hingga kisah sejarah dan nilai-nilai budaya yang melekat pada setiap objek wisata.

Selain menyajikan konten digital, platform tersebut juga dilengkapi berbagai fitur pendukung, seperti peta wisata interaktif, dashboard pemantauan kepadatan pengunjung, serta katalog digital UMKM yang mengangkat narasi budaya lokal. Fitur-fitur tersebut diharapkan dapat membantu pengelola destinasi dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus memudahkan wisatawan memperoleh informasi selama berkunjung.

General Manager Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, menyambut positif pengembangan tersebut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital tetap dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga nilai-nilai budaya yang selama ini menjadi daya tarik utama Desa Penglipuran. Ia berharap sistem ini mampu memperkuat daya saing Penglipuran sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia.

Melalui pengembangan ini, Undiksha ingin menunjukkan bahwa transformasi digital tidak harus menghilangkan identitas budaya. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan sejarah, tradisi, dan kearifan lokal kepada wisatawan dengan cara yang lebih menarik, interaktif, dan mudah diakses.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....