BBTF 2026, Kemlu: Indonesia adalah Pasar Pariwisata Menjanjikan
- 29 Mei 2026 20:40 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Nusa Dua - Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 resmi dibuka, Kamis 28 Mei 2026. BBTF tahun 2026 mengangkat tema “Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage".
BBTF 2026 mempertemukan buyers internasional, sellers, asosiasi pariwisata, perwakilan destinasi, pemerintah, pelaku industri, dan media. Kehadiran para peserta diharap mampu mendorong peluang bisnis pariwisata yang lebih terukur.
Tahun ini, BBTF menghadirkan 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers yang mewakili Indonesia, Malaysia, China, dan Namibia, termasuk pelaku industri dari 12 provinsi di Indonesia. Tingkat partisipasi ini menunjukkan bahwa Indonesia tetap memiliki daya tarik kuat dalam peta pariwisata global, sekaligus menegaskan pentingnya pengelolaan pasar yang lebih fokus, berkualitas, dan konsisten.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementeria Luar Negeri Republik Indonesia, R. Heru Hartanto Subolo menyoroti pentingnya pariwisata sebagai bagian dari diplomasi Indonesia di dunia internasional. Kementerian Luar Negeri memandang Indonesia sebagai pasar pariwisata yang menjanjikan, didukung oleh stabilitas politik, komitmen terhadap kerja sama internasional, serta posisi strategis sebagai pintu masuk menuju ekonomi pariwisata Asia Tenggara.
Melalui jaringan 131 perwakilan Indonesia di luar negeri, termasuk kedutaan besar dan konsulat, Kementerian Luar Negeri secara aktif mempromosikan pariwisata Indonesia. Jaringan diplomatik tersebut berperan memperluas eksposur destinasi, membangun kepercayaan dengan pasar internasional, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra pariwisata yang terbuka, kredibel, dan siap bekerja sama.
Dalam kerangka tersebut, pariwisata dipandang sebagai bentuk diplomasi yang membangun saling pengertian, kepercayaan, dan kemakmuran bersama. Kehadiran Kementerian Luar Negeri dalam BBTF 2026 menegaskan bahwa promosi pariwisata Indonesia bukan hanya agenda industri, tetapi juga bagian dari diplomasi ekonomi dan kerja sama lintas negara.
Sementara itu, Ketua Panitia BBTF 2026, I Putu Winastra, S.AB, M.A.P., menyampaikan bahwa BBTF berperan penting dalam membangun kepercayaan terhadap Indonesia, khususnya Bali, sebagai destinasi yang kredibel dan mitra pariwisata jangka panjang. “BBTF 2026 membangun kepercayaan terhadap Indonesia, khususnya Bali, sebagai destinasi yang kredibel dan mitra pariwisata jangka panjang. Kehadiran Namibia Tourism Board memperkuat pertukaran antar-destinasi di tingkat internasional, sementara Jakarta sebagai co-host mencerminkan pendekatan nasional yang semakin terhubung," ujar Winastra.
"Minat pasar terhadap Indonesia sudah jelas. Prioritas kita sekarang adalah mengelola minat tersebut melalui akses yang lebih kuat, standar yang lebih baik, masa tinggal yang lebih panjang, dan hubungan yang lebih bermakna antara wisatawan dan destinasi,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa Travex dan program post-tour menjadi bagian penting dari upaya tersebut, karena memberi ruang bagi buyers untuk mengalami Bali dan Indonesia secara lebih mendalam, melampaui apa yang selama ini sudah dikenal. “Quality tourism bukan berarti pariwisata yang eksklusif. Quality tourism berarti pariwisata yang menciptakan nilai lebih tinggi, pengalaman yang lebih baik, dan manfaat yang lebih kuat bagi masyarakat lokal,” katanya.
Melalui BBTF 2026, Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai mitra pariwisata yang profesional, siap pasar, dan dipercaya oleh buyers internasional. "BBTF juga diharapkan menjadi ruang untuk menjual Indonesia dengan lebih tajam, membangun kemitraan yang lebih kuat, dan menciptakan pertumbuhan pariwisata yang lebih bermakna," tambahnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....