Pemprov Bali Paparkan Pariwisata Berkelanjutan kepada Delegasi Militer Inggris

  • 25 Mei 2026 08:11 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali menerima kunjungan kehormatan delegasi strategis internasional asal Inggris, Royal College of Defence Studies (RCDS), di Media Center Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Denpasar, Kamis 21 Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Bali memaparkan strategi pembangunan pariwisata berkelanjutan dan penguatan ketangguhan ekonomi daerah di tengah dinamika geopolitik global.

Delegasi RCDS dipimpin Wakil Komandan RCDS, Tamara Jennings, bersama perwakilan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta. Kunjungan itu bertujuan mendalami strategi ketahanan regional, stabilitas ekonomi, serta model pengelolaan pariwisata berbasis budaya yang diterapkan di Bali.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi Bali, I Wayan Serinah, mengatakan forum internasional tersebut memiliki makna strategis sebagai ruang pertukaran gagasan terkait kebijakan makro dan pembangunan berkelanjutan.

“Ketangguhan Bali tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga diperkuat modal sosial budaya masyarakat, semangat gotong royong, serta filosofi Tri Hita Karana yang menekankan harmoni hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan alam,”jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali, A.A. Made Anggia Widana, memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah. Pertumbuhan ekonomi Bali pada 2025 tercatat sebesar 5,82 persen atau lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Selain itu, tingkat pengangguran dan kemiskinan di Bali disebut menjadi yang terendah di Indonesia. “Sektor pariwisata masih menjadi penggerak utama ekonomi daerah dengan kunjungan sebanyak 6,94 juta wisatawan mancanegara dan 9,61 juta wisatawan domestik sepanjang 2025,”ungkapnya.

Bali juga kembali meraih sejumlah penghargaan internasional sebagai destinasi wisata terbaik dunia. Namun demikian, Pemprov Bali mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kemacetan, persoalan sampah, alih fungsi lahan, hingga ketimpangan pembangunan antarwilayah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Bali terus menjalankan visi pembangunan jangka panjang “100 Tahun Bali Era Baru” melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menitikberatkan pada keseimbangan pembangunan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.

Pemerintah Provinsi Bali juga menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pariwisata berkualitas melalui penegakan aturan bagi wisatawan asing, penguatan ekonomi lokal dan UMKM, pemerataan pembangunan infrastruktur di luar Bali Selatan, serta percepatan program energi bersih dan pengelolaan lingkungan.

Kunjungan delegasi Royal College of Defence Studies diakhiri dengan diskusi interaktif antara kedua pihak. Pemerintah Provinsi Bali berharap forum tersebut dapat memperkuat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya dan ketahanan ekonomi daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....