Hitam yang Menenangkan, Menjelajah Pantai Nyanyi di Tabanan
- 13 Mei 2026 06:36 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Bali terbiasa memanjakan kita dengan pasir putih. Tapi di Tabanan Bali,ada hitam yang justru menenangkan. Di Pantai Nyanyi, hamparan pasir vulkanik legam membentang di antara tebing – tebing kokoh, seolah sengaja menyembunyikan sepotong ketenangan dari luar. Disini tidak ada musik kencang atau keramaian yang saling bersahut. Hanya ada ,d eru ombak yang pelan, dan langit senja yang perlahan mewarnai laut. Tempat dimana warna hitam bukan berarti kelam melainkan jeda.
Untuk menemukan jeda itu, kita tidak perlu pergi jauh dari hiruk pikuk Bali bagian Selatan. Pantai Nyanyi bersembunyi di Dusun nyanyi Kediri Tabanan hanya sekitar 30 menit berkendara dari Tanah Lot dan 1,5 jam dari Denpasar jika lalu lintas bersahabat dengan kita. Aksesnya sudah cukup aman dan nyaman jalan aspal mulus mengantarkan kita sampai ke area parkir,lalu melanjutkan dengan menuruni anak tangga yang membelah tebing. Begitu tiba dibawah, hamparan hitam langsung menyambut, ini membuat kita seakan membayar lunas setiap detik perjalanan.
Walaupun tidak berkaitan langsung dengan menyanyi atau lagu, tetapi wisatawan tetap bisa menikmati musik alam yang ada di pantai ini, perpaduan dan semilir angin dan debur ombaknya. Kebanyakan wisatawan mengunjungi pantai ini karena namanya yang memang unik dan penasaran dengan harmoni alam yang bisa dirasakan di Pantai Nyanyi ini. Selain itu pemandangan disekitar pantai juga tak kalah memukau. Dan daya Tarik utama lainnya adalah pasir hitam yang tampak eksotis ketika matahari terbenam. Selain wisatawan yang suka berkunjung ke Pantai Nyanyi ini saat malam bulan purnama yang pemandangnnya begitu indah, pantai ini juga sering digunakan untuk melaksanakan prewedding.
Salah seorang fotografer asal Denpasar Made Murtiyasa yang beberapa kali mengambil gambar atau foto saat ada yang melakukan preweding mengatakan bahwa pantai nyanyi tempat yang pas untuk melakukan prewedding karena tidak ada kerumunan wisatawan yang lewat di background, tidak ada suara musik dari beach club , ombaknya tenang untuk sesi foto dibibir pantai tanpa khawatir cipratan mengganggu, tapi tetap punya debur yang menamabah romantis dan fotografer bisa leluasa mengambil angle, ditempat inilah pasangan yang mau hasil prewedding yang liar, dan personal bukan sekedar foto tapi cerita.
Pada akhirnya, Pantai Nyanyi mengajarkan bahwa keindahan tidak harus selalu berisik. Pasir hitamnya bukan sekedar latar foto tapi ruang untuk jeda dari rutinitas,dari keramaian,dari dunia yang serba cepat. Bagi yang datang memberi ketenangan,ia memberi diam.Bagi pasangan yang datang untuk prewedding diberikan panggsung tebing sebagai saksi bisu,senja sebagai lampu alami dan debur ombak sebagai musiknya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....