Jatiluwih Bangkit Pasca Kunjungan Wistawan Terjun Bebas
- 19 Jan 2026 15:27 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Tabanan - Setelah mengalami polemik panjang sejak Desember lalu, kini Desa Wisata Jatiluwih Tabanan mulai bangkit dan menata kembali pengelolaan destinasi wisata di wilayah tersebut. Polemik berkepanjangan itu bahkan mengakibatkan penurunan angka kunjungan wisatawan ke Jatiluwih hingga 80 persen yang berdampak terhadap ekonomi pariwisata di Tabanan.
Manajer Desa Wisata Jatiluwih John Ketut Purna dikonfirmasi RRI.CO.ID di Tabanan, Senin (19/1/2026) mengakui, bergulirnya isu pelanggaran tata ruang yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi pemicu menurunnya kunjungan wisatawan ke Jatiluwih saat libur Nataru. Ia menjelaskan, kebijakan yang akan diterapkan Pemerintah melalui moratorium tentu menjadi angin segar dan semakin membenahi kondisi di Jatiluwih yang saat ini sedang bangkit dan berbenah pasca mengalami polemik.
Menurut John Purna, moratorium justru memberikan dampak positif bagi desa wisata Jatiluwih, karena akan ada aturan – aturan yang jelas terutama mengenai tata ruang yang akan menjadi solusi untuk pengembangan pariwisata di destinasi wisata Jatiluwih. “Iya saat ini desa wisata Jatiluwih Tabanan mulai bangkit dan menata kembali pengelolaan destinasi wisata dan sudah ada juga kunjungan wisatawan. Pada saat polemik memang kunjungan wisatawan terjun bebas hingga 80 persen,” ujar John Purna.
John Purna mengatakan, dengan kebijakan moratorium, pihak pengelola desa wisata Jatiluwih akan memiliki landasan yang jelas untuk menata kembali promosi Jatiluwih. Ia menyebut, diperlukan waktu untuk memulihkan kondisi Jatiluwih pasca polemik, sehingga wisatawan kembali tertarik mengunjungi Jatiluwih yang menawarkan keindahan sawah terasering, tradisi dan budaya masyarakat lokal.
“Jatiluwih sempat kehilangan pasar dengan pembatalan dari tiga negara yang memblokir Jatiluwih dari paket kunjungan wisatawan. Yak arena travel agent takut membawa wisatawan ke Jatiluwih takutnya saat itu ada demo yang dikhawatirkan itu keamanan dan kenyaman wisatawan yang berkunjung,” tuturnya.
Pasca mengalami polemik sejak Desember 2025, kini desa wisata Jatiluwih mulai berbenah dan menata kembali pariwisata di wilayah tersebut. Moratorium penataan destinasi wisata Jatiluwih memberikan angin segar untuk pengembangan pariwisata di destinasi yang menawarkan keindahan alam pedesaan dan sawah terasering yang menjadi daya tarik wisatawan.
Sempat mengalami penurunan angka kunjungan wisatawan hingga 80 persen akibat polemik, kini desa wisata Jatiluwih mulai bangkit dan dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....