Pengelolaan Profesional Jadi Kunci Kemajuan Pariwisata Bali

  • 07 Jan 2026 09:25 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Sektor pariwisata Bali pada tahun 2026 masih dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari pengelolaan lingkungan, keamanan wisatawan, hingga daya saing harga transportasi. Berbagai persoalan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius agar citra Bali sebagai destinasi wisata dunia tetap terjaga.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karangasem, I Wayan Kariasa, kepada rri.co.id menyampaikan, pengelolaan pariwisata ke depan harus dilakukan secara lebih profesional dan terintegrasi. Ia menekankan pentingnya manajemen kebersihan serta pengelolaan sampah yang optimal guna menjaga kelestarian alam dan budaya Bali.

“Kami berharap pengelolaan pariwisata ke depan lebih profesional, terutama dalam manajemen kebersihan dan pengelolaan sampah, agar sejalan dengan upaya menjaga alam dan budaya Bali,” ujar I Wayan Kariasa.

Selain itu, Kariasa juga menyoroti aspek keamanan serta pengelolaan informasi publik. Menurutnya, kasus kecelakaan maupun kriminal yang melibatkan wisatawan harus ditangani dengan cepat agar tidak berkembang menjadi isu liar di media sosial yang dapat merugikan citra pariwisata Bali di mata dunia.

“Aspek keamanan wisatawan juga perlu mendapat perhatian serius, baik terkait kecelakaan maupun tindak kriminal, serta penanganan cepat jika ada wisatawan yang berulah agar tidak berkembang menjadi isu liar di media sosial,” ujarnya.

Di sisi lain, Kariasa berharap pemerintah dapat mendorong harga tiket penerbangan ke Bali agar lebih kompetitif dibandingkan destinasi negara lain. Meski Bali telah dikenal luas, ia menegaskan promosi pariwisata tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan agar Bali tetap diminati wisatawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....