Wisman ke Bali November 2025 Capai 483 Ribu

  • 06 Jan 2026 11:02 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang langsung ke Bali pada November 2025 sebanyak 483.364 kunjungan. Data tersebut disampaikan BPS Provinsi Bali dalam rilis resmi yang diumumkan pada Senin, 5 Januari 2026. Jumlah kunjungan wisman ini mengalami penurunan 18,74 persen dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat sebanyak 594.853 kunjungan. Wisman asal Australia masih mendominasi kedatangan ke Bali dengan pangsa mencapai 25,64 persen.

Sejalan dengan itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Bali pada November 2025 tercatat sebesar 57,97 persen, turun 6,60 persen poin dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara TPK hotel non bintang berada di angka 39,46 persen. Meski terjadi penurunan tingkat hunian, rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang justru tercatat 2,939 malam, sedikit meningkat dibandingkan Oktober 2025, menandakan wisatawan cenderung tinggal lebih lama selama berada di Bali.

Selain kunjungan wisman, BPS Provinsi Bali juga mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan Bali pada November 2025 mencapai 2,38 juta perjalanan. Kabupaten Badung masih menjadi tujuan utama dengan lebih dari 575 ribu perjalanan, disusul Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar. Sementara itu, tingkat penghunian kamar gabungan hotel bintang dan non bintang di Bali tercatat sebesar 50,43 persen, dengan TPK tertinggi berada di Kabupaten Badung dan terendah di Kabupaten Jembrana.

BPS menilai, meskipun terjadi penurunan kunjungan wisman dan tingkat hunian kamar secara bulanan, secara kumulatif pariwisata Bali masih menunjukkan kinerja positif. Sepanjang periode Januari hingga November 2025, jumlah kunjungan wisman yang datang langsung ke Bali mencapai 6,38 juta kunjungan, atau meningkat 10,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan sektor pariwisata Bali tetap tumbuh dan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....