Kunjungan Wisatawan 2025 Terus Meningkat
- 03 Jan 2026 09:02 WIB
- Denpasar
KBRN, Jakarta: Kinerja sektor pariwisata nasional sepanjang 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan. Kementerian Pariwisata mencatat devisa pariwisata Indonesia diproyeksikan mencapai USD 18,5 miliar atau sekitar Rp310,4 triliun, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara
Hingga periode Januari–Oktober 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 12,8 juta kunjungan, tumbuh 10,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara juga mengalami peningkatan signifikan menjadi 997,9 juta perjalanan, atau naik 18,89 persen dibandingkan Januari–Oktober 2024.
Dikutip dari Kemenpar.go.id, peningkatan aktivitas pariwisata tersebut turut berdampak pada surplus kunjungan wisatawan. Surplus kunjungan wisatawan mancanegara hingga Oktober 2025 tercatat 5,21 juta, melampaui capaian tahun penuh 2024. Kondisi ini mendorong terjaganya neraca devisa pariwisata tetap positif
Dari sisi kontribusi terhadap perekonomian nasional, sektor pariwisata pada 2025 diproyeksikan menyumbang 3,96 hingga 4,90 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan nilai kontribusi mencapai Rp943 hingga Rp1.167 triliun. Angka ini menunjukkan pariwisata tetap menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia
Selain itu, realisasi investasi pariwisata pada periode Januari–September 2025 telah mencapai Rp53,9 triliun, tumbuh 52,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan investasi ini berbanding lurus dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja, di mana jumlah tenaga kerja pariwisata pada 2025 mencapai 25,91 juta orang
Kementerian Pariwisata menegaskan capaian tersebut tidak terlepas dari penguatan program destinasi, pengembangan desa wisata, promosi event nasional dan internasional, serta transformasi digital melalui konsep Tourism 5.0. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global dan memastikan pertumbuhan yang inklusif serta berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....