PHRI Proyeksikan Pariwisata Bali 2026 Penuh Tantangan
- 02 Jan 2026 14:13 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali memandang tahun 2026 sebagai fase konsolidasi pariwisata Bali setelah capaian positif sepanjang 2025. Meski kinerja pariwisata dinilai berjalan lancar, tahun 2026 diproyeksikan menjadi periode yang lebih berat karena masih menyisakan berbagai pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
“Tahun 2025 sudah kita lewati dengan cukup bagus, berjalan lancar, dan tingkat hunian juga cukup baik,” ujar Wakil Ketua PHRI Bali I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, Jumat (02/01/2026). Ia menyebut kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025 mengalami peningkatan sekitar 11 persen, dari 6,3 juta wisatawan pada 2024 menjadi sekitar 7,05 juta orang.
Namun, di tengah kenaikan wisatawan asing, kunjungan wisatawan domestik justru mengalami penurunan. “Untuk wisman naik, tapi domestik turun hampir sama, sekitar 10 sampai 11 persen,” jelasnya.
Rai Suryawijaya menilai kondisi tersebut menjadi dasar evaluasi untuk memproyeksikan arah pariwisata Bali di 2026. Menurutnya, tantangan utama tahun ini masih berkutat pada persoalan mendasar yang belum tertangani secara optimal.
“Kalau bicara 2026, proyeksinya justru lebih berat karena kita harus menyelesaikan PR-PR di 2025,” katanya. Sejumlah isu krusial yang disoroti meliputi infrastruktur, kebersihan lingkungan terutama persoalan sampah dan banjir, keamanan, serta kemacetan lalu lintas.
Kemacetan disebut sebagai salah satu tantangan paling serius yang mempengaruhi kualitas pengalaman wisatawan. “Kemacetan ini PR luar biasa yang harus benar-benar diselesaikan di 2026,” tegasnya.
Dalam proyeksinya, Ketua PHRI Kabupaten Badung itu melihat 2025–2026 sebagai periode penuh tantangan yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. “Harus ada sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah, akademisi, industri, masyarakat, media, sampai wisatawan itu sendiri,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....