Visitor Management Dinilai Kunci Kendalikan Kepadatan DTW Bali

  • 16 Des 2025 12:54 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Lonjakan kunjungan wisatawan ke Bali menuntut pengelolaan destinasi yang lebih terukur agar kepadatan tidak terkonsentrasi di satu titik. Akademisi Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, Dr. Ni Ketut Arismayanti, S.ST.Par., M.Par. kepada RRI di Denpasar, Selasa, (16/12/2025) menekankan pentingnya penerapan visitor management sebagai instrumen utama untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus keberlanjutan pariwisata.

Pemetaan destinasi ramai dinilai sudah memungkinkan karena data kunjungan tercatat di BPS dan Dinas Pariwisata. Namun persoalan utama tidak hanya terjadi di daya tarik wisata, melainkan juga pada akses menuju lokasi yang kerap mengalami kemacetan meski destinasi tidak terlalu padat, sehingga pengelolaan harus mencakup kawasan sekitar dan jalur transportasi.

“Persoalan kepadatan tidak hanya terjadi di DTW, tetapi juga pada akses menuju lokasi yang kerap macet meskipun destinasi tidak terlalu ramai, sehingga perlu dipetakan dan dikelola dengan sistem digital layaknya pemantauan GPS.” jelasnya.

Lebih lanjut Arismayanti menjelaskan, pendekatan berbasis digital dianggap mampu mempermudah pengaturan jumlah dan waktu kunjungan di setiap destinasi. Dengan sistem kuota dan reservasi per jam, kepadatan pada jam sibuk dapat diurai, sementara wisatawan diarahkan ke destinasi alternatif agar tidak terjadi penumpukan di satu lokasi.

“Jam-jam sibuk perlu diurai secara detail, mulai dari durasi kunjungan hingga kapasitas per jam, sehingga melalui sistem digital berbasis kuota dan reservasi, wisatawan bisa dialihkan ke destinasi lain saat terjadi kepadatan untuk mengurangi kemacetan.” jelasnya.

Visitor management juga perlu mencakup penataan parkir, pengendalian aktivitas di sepanjang akses jalan, serta disiplin lalu lintas. Pengelolaan yang terintegrasi dinilai penting karena dampak kepadatan pariwisata tidak hanya dirasakan di destinasi, tetapi juga merembet ke sektor lain seperti transportasi, pendidikan, dan layanan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....