Penglipuran Mantapkan Identitas Desa Wisata Regeneratif 2026
- 15 Des 2025 14:50 WIB
- Denpasar
KBRN, Bangli: Desa Wisata (Dewi) Penglipuran menyiapkan agenda program kerja tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk mengukuhkan posisinya sebagai destinasi pariwisata regeneratif kelas dunia. Sepanjang 2026, Penglipuran tidak hanya menghadirkan rangkaian event budaya, tetapi juga memastikan setiap kegiatan memberi dampak nyata bagi pelestarian alam, penguatan komunitas, serta pemerataan ekonomi desa
Agenda tahunan ini dirancang untuk menyebarkan aktivitas wisata secara merata sepanjang tahun, menghadirkan nilai budaya yang lebih otentik, memperkuat edukasi lingkungan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat, pemuda, dan UMKM desa. Program dibuka pada Januari dengan perayaan Tahun Baru 2026 yang ditandai pertunjukan Barong Macan “Tetantrian Macan Gading” serta ritual penyucian desa sebagai simbol dimulainya “Tahun Regeneratif 2026”
Memasuki Februari, Penglipuran mengangkat tema cinta dan persaudaraan lintas budaya melalui Valentine Week, perayaan Imlek dengan Barong Landung, serta penyediaan paket wisata ramah keluarga dan ramah muslim selama bulan puasa. Bulan Maret difokuskan pada isu lingkungan melalui Festival Fotografi Alam “Lens of Nature” dan promosi Hari Raya Nyepi yang menekankan kesadaran ekologis dan kearifan lokal
Sorotan budaya berlanjut pada April lewat peringatan Hari Kartini yang menampilkan karya dan peran perempuan Penglipuran. Sementara itu, Mei dan Juni diisi dengan rangkaian perayaan lintas agama dan hari besar keagamaan, termasuk Galungan dan Kuningan, yang dikemas dalam paket wisata edukatif berbasis spiritualitas Bali
Puncak kunjungan wisata diproyeksikan terjadi pada Juli melalui penyelenggaraan Penglipuran Village Festival XIII, event nasional tahunan yang pada 2026 mengusung tema “Regenerate Bali: Culture that Heals Nature”. Festival ini menjadi etalase budaya Penglipuran dengan pameran seni, parade gebogan, lomba kreatif bambu, hingga panggung musik kolaborasi seniman muda
Agenda berlanjut dengan peringatan Hari Kemerdekaan pada Agustus, aksi bersih desa dalam rangka Hari Pariwisata Dunia pada September, serta program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat sepanjang Oktober dan November. Tahun 2026 ditutup dengan parade budaya dan pertunjukan Barong Macan pada akhir Desember sebagai simbol syukur dan harmoni desa
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut berlandaskan tiga pilar utama, yakni ekologi, sosial-budaya, dan ekonomi lokal. Setiap event diwajibkan mengurangi sampah plastik, melibatkan perempuan dan pemuda secara signifikan, serta memprioritaskan UMKM desa sebagai penggerak ekonomi. Melalui agenda ini, Penglipuran menegaskan komitmennya sebagai destinasi wisata yang tidak hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga mampu menghidupkan kembali alam, budaya, dan manusianya secara berkelanjutan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....