Okupansi Hotel di Badung Diprediksi Meningkat Jelang Nataru
- 15 Des 2025 11:58 WIB
- Denpasar
KBRN, Badung: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung memprediksi tingkat okupansi hotel serta kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, akan mulai mengalami peningkatan setelah tanggal 20 Desember 2025, seiring dimulainya masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Ketua PHRI Badung, Agung Rai Suryawijaya, mengatakan hingga pertengahan Desember ini, peningkatan okupansi hotel belum terlihat signifikan jika dibandingkan dengan periode Natal dan Tahun Baru tahun lalu. Meski demikian, pihaknya optimistis lonjakan kunjungan masih berpotensi terjadi melalui pemesanan mendadak atau last minute booking.
“Okupansi dan kunjungan wisatawan diperkirakan meningkat setelah tanggal 20. Sampai sekarang memang belum signifikan jika dibandingkan dengan Christmas dan New Year tahun lalu, tapi kami harapkan nanti last minute bisa meningkat,” ujarnya.
Agung Rai menyebut tantangan pariwisata saat ini masih dipengaruhi kondisi global. Namun demikian, industri pariwisata Bali dinilai sudah terbiasa menghadapi dinamika tersebut dan terus melakukan berbagai upaya promosi, baik terhadap destinasi wisata maupun properti perhotelan.
Terkait tarif kamar, PHRI Badung memastikan belum ada kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru. Bahkan, tidak akan diberlakukan surcharge pada periode Natal. Penyesuaian harga baru akan dipertimbangkan pada masa high season dan tetap bergantung pada tingkat permintaan.
“Untuk Christmas tidak ada surcharge. Harga masih tetap. Nanti mungkin di high season kita review sedikit, itu pun tergantung demand,” jelasnya.
Dari sisi keamanan selama Nataru, Agung Rai menyampaikan bahwa Polda Bali bersama jajaran dan aparat terkait telah melakukan berbagai upaya pengamanan. PHRI Badung juga dilibatkan dalam koordinasi tersebut, termasuk melalui undangan rapat bersama Kapolda Bali yang dijadwalkan mulai 22 Desember.
“Kami juga dilibatkan. Seluruh konsul negara akan diundang untuk bersama-sama mengimbau agar tidak terjadi peningkatan kriminalitas, khususnya yang melibatkan wisatawan,” katanya.
Ia juga menyinggung kondisi cuaca pada bulan Desember yang cenderung tidak menentu dan terkadang ekstrem. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pelaku usaha pariwisata telah menyiapkan alternatif penyelenggaraan kegiatan, baik secara outdoor maupun indoor. Wisatawan pun diimbau tetap waspada terhadap kondisi cuaca selama berlibur di Bali.
Selain itu, wisatawan yang berkunjung ke Bali selama Nataru diminta untuk mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku. Agung Rai menekankan pentingnya memahami panduan do and don’t yang telah disusun agar aktivitas pariwisata tetap berjalan tertib dan aman.(Zannuar Setiadji)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....