Penglipuran Sajikan Atraksi Akhir Tahun Ramah Lingkungan
- 11 Des 2025 08:05 WIB
- Denpasar
KBRN, Bangli: Desa Wisata Penglipuran menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan berbagai atraksi budaya yang dikemas hangat dan ramah lingkungan. Program akhir tahun ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi wisatawan, tetapi juga memperkuat komitmen desa dalam menjaga alam, melestarikan budaya, dan mengutamakan masyarakat lokal sebagai penggerak utama pariwisata.
General Manager Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, mengatakan seluruh persiapan dilakukan untuk memastikan wisatawan menikmati liburan dengan aman dan nyaman. Selain menambah atraksi, Penglipuran menegaskan bahwa setiap kunjungan memiliki kontribusi langsung pada pelestarian alam, budaya, serta kesejahteraan warga. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi Desa Penglipuran menuju praktik pariwisata regeneratif yang bukan hanya berkelanjutan, tetapi juga memperbaiki kualitas lingkungan dan sosial desa.
Rangkaian kegiatan akhir tahun meliputi Parade Budaya Barong Macan pada 27 Desember, pertunjukan dramatik “Tetantria Macan Gading” pada 28 Desember hingga 1 Januari, dekorasi tematik berbahan bambu, serta program kuliner lokal dan musik akustik di Bamboo Café. Pengelola juga menyiapkan pengaturan kunjungan lebih tertib melalui penambahan petugas layanan wisata, pengaturan parkir, dan penyediaan titik informasi untuk menjaga kenyamanan wisatawan di tengah lonjakan kunjungan akhir tahun.
Penglipuran juga mengajak wisatawan menjadi “tamu sekaligus mitra” regenerasi desa dengan berpartisipasi menjaga kebersihan, menghormati adat, membeli produk UMKM, dan mendukung pelestarian lingkungan. Pengelola berharap rangkaian kegiatan ini tidak hanya menghadirkan sukacita akhir tahun, tetapi juga memberi dampak positif bagi alam, budaya, dan masyarakat sehingga desa tetap lestari dan kuat bagi generasi mendatang.
Selain itu, berbagai inovasi terus dilakukan untuk memperkuat posisi Penglipuran sebagai pionir pariwisata regeneratif. Penerapan manajemen kunjungan berbasis daya dukung, penggunaan dekorasi dan fasilitas ramah lingkungan, hingga penguatan ekonomi UMKM lokal menjadi bukti bahwa desa ini tidak hanya mempertahankan kualitas destinasi, tetapi juga memastikan manfaat wisata mengalir merata kepada masyarakat. Dengan dukungan penelitian, kolaborasi komunitas, dan komitmen menjaga kelestarian bambu sebagai identitas desa, Penglipuran menunjukkan bahwa pariwisata dapat menjadi kekuatan pemulihan—bukan hanya keberlanjutan semata, tetapi juga perbaikan nyata bagi ekosistem dan kehidup
an sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....