Aktivitas Wisata di Taro Tingkatkan Vitalitas Sosial-Budaya
- 24 Nov 2025 23:00 WIB
- Denpasar
KBRN, Gianyar: Desa Wisata Taro mencatat peningkatan aktivitas wisata selama periode Hari Raya, yang menunjukkan keterkaitan erat antara dinamika ritual keagamaan, mobilitas masyarakat, dan penguatan ekosistem pariwisata berbasis kearifan lokal. Lonjakan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, berkontribusi pada terbentuknya ruang interaksi sosial yang adaptif, tempat nilai-nilai budaya dan praktik konservasi lingkungan terintegrasi secara fungsional.
Ketua Pokdarwis Desa Wisata Taro, I Wayan Gede Ardika menyampaikan, pengelolaan objek wisata yang didukung masyarakat setempat, sehingga dalam perayaan puncak hari raya, objek wisata sempat ditutup dan mulai dibuka kembali pasca hari raya Galungan.
| Baca juga: Duo Cruise Jumbo Sandar di Pelabuhan Benoa |
“Pemandu, dan beberapa yang membantu di objek wisata memang pure dari masyarakat, sehingga saat hari raya puncak kami tutup karena ada upacara keagamaan, namun setelahnya kami buka kembali,” ujarnya, Minggu (23/11/2025).
Gede Ardika menambahkan, aktivitas yang kembali dijalankan tidak hanya meningkatkan visibilitas desa sebagai destinasi ekowisata, tetapi juga memperkuat pemahaman publik mengenai hubungan antara ritual adat, struktur ruang desa, dan mekanisme pelestarian alam. Pola kunjungan ini mencerminkan pergeseran preferensi wisatawan menuju pengalaman yang lebih edukatif dan partisipatif.
“Outing di objek wisata Lembu Putih, kemudian kunjungan dari Australia telah ada, dan beberapa aktivitas lainnya,” ucapnya.
Dengan demikian, aktivitas wisata di Taro selama Hari Raya tidak hanya berfungsi sebagai daya tarik rekreatif, tetapi juga sebagai instrumen ilmiah yang merefleksikan hubungan timbal balik antara budaya, ekologi, dan ekonomi. Pola ini diprediksi terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran wisatawan terhadap pentingnya pariwisata berkelanjutan dan konservasi berbasis lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....