Pengamat: Bali Sudah Terlalu Lelah Jadi Pusat Segalanya
- 24 Okt 2025 07:37 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Gagasan menjadikan Bali sebagai kota pusat keuangan dunia kembali mencuat ke permukaan. Namun, pengamat pariwisata dan mantan Airport Manager Air New Zealand, Wisnu Arimbawa, menilai wacana tersebut kurang tepat diterapkan di Pulau Dewata yang sudah menghadapi tekanan pembangunan dan pariwisata berlebih.
Melalui tulisannya berjudul “Pak Luhut Sudahlah, Bali Telah Terlihat Lelah”, Wisnu mengungkapkan keprihatinan terhadap rencana yang dihidupkan kembali oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. “Dengan alasan ekonomi dan investasi, ide menarik investasi asing itu sah-sah saja. Tapi, kenapa harus Bali?” ujarnya di Denpasar, Jumat (24/10/2025).
Menurut Wisnu, Bali sudah memiliki peran strategis sebagai gerbang utama pariwisata nasional, dengan segala dinamika dan dampaknya. Ia menilai, pembangunan tambahan berupa pusat keuangan justru dapat memperburuk beban lingkungan dan sosial di pulau yang luasnya hanya sekitar 5.000 km² tersebut.
“Bali ibarat Warung Madura yang sudah penuh sesak, menjual apa saja. Ruangnya sudah sempit, bahkan untuk bergerak saja sulit. Haruskah ditambah lagi dengan jualan baru bernama pusat keuangan dunia?” ujarnya dengan nada satir.
Ia juga menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan daerah lain yang lebih siap secara ruang dan strategis. “Pulau Bintan di Kepulauan Riau lebih tepat dari sisi ketersediaan lahan, sementara Singkawang di Kalimantan Barat lebih unggul dari sisi toleransi dan keamanan. Bahkan Pulau Samosir di Sumatera Utara bisa menjadi alternatif realistis,” jelasnya.
Wisnu menegaskan, wacana tersebut sebaiknya tidak dipaksakan hanya karena Bali sudah populer secara internasional. “Bali sudah terlalu lelah dengan segala problematikanya. Biarkan Bali bernafas, dan alihkan gagasan pusat keuangan dunia ke daerah lain,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....