Panglipuran Pertahankan Tri Hita Karana
- 08 Okt 2025 14:45 WIB
- Denpasar
KBRN Denpasar: Desa Wisata Panglipuran terus mempertahankan filosofi Tri Hita Karana, yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuihan, Manusia dengan Manusia serta harmonisasi antara manusia dan lingkungan alam yang terbingkai sebagai pondasi utama dalam pengembangan pariwisata.
Manajer Desa Wisata Panglipuran, I Wayan Sumiarsa, dihubungi RRI di Denpasar (08/12/25) mengatakan keharmonisan ekonomi, budaya, dan lingkungan sebagai pondasi pariwisata itu turut mendukung keberhasilan desa wisata yang juga diskokong partisipasi aktif masyarakat sebagai ujung tombak pelestarian budaya.
“Penting bagi warga untuk menjaga keharmonisan antara ekonomi, budaya, dan lingkungan. Sumber daya manusia perlu terus ditingkatkan melalui sosialisasi dan pelatihan,” jelas Sumiarsa.
Sumiarsa menyebut, selain menjaga tradisi, Panglipuran juga menawarkan inovasi unik sebagai daya tarik pariwisata. Desa ini memiliki luas 112 hektare dan 45 hektare hutan bambu yang dijadikan lahan konservasi sekaligus area atraksi, seperti Pasar Pelipura Lara di tengah hutan dan Bambu Cafe yang menyajikan kuliner lokal tanpa merusak habitat bambu. Atraksi budaya seperti pementasan seni setiap akhir pekan juga rutin digelar untuk menambah pengalaman wisata.
“Wisatawan bisa mendapatkan pengalaman yang lebih mendalam di hutan bambu. Kami juga menyajikan jembatan kayu dan pertunjukan seni budaya setiap akhir pekan,” jelas Sumiarsa.
Wayan Sumiarsa berharap wisatawan tidak hanya menikmati keindahan desa, tetapi juga ikut serta dalam menjaga lingkungan dan melestarikan budaya lokal. Ia menekankan, setiap pengunjung berpartisipasi dalam menjaga sosial budaya dan lingkungan, sehingga sekaligus dapat merasakan pengalaman yang lebih mendalam dan mendukung pelestarian desa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....