Adopsi Pohon Pinus dalam Sistem Ekowisata Kintamani
- 06 Agt 2025 14:52 WIB
- Denpasar
KBRN, Bangli: Dalam upaya mengintegrasikan konservasi lingkungan dengan pengembangan destinasi wisata berkelanjutan, Kawasan wisata hutan pinus Kintamani kini menerapkan skema adopsi pohon pinus sebagai bagian dari system ekowisata partisipatif. Program ini tidak hanya bertujuan menjaga keberlangsungan hutan pinus, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif wisatawan dan masyarakat lokal dalam pelestarian ekosistem. Ketua Pengelola Wana Wisata Hutan Pinus Kintamani I Wayan Sumadhi, menyampaikan, skema ini memungkinkan wisatawan maupun institusi untuk mengadopsi pohon pinus yang tumbuh di Kawasan hutan wisata Kintamani dengan kontribusi dana sebesar Rp 250.000 untuk periode 2 tahun yang digunakan untuk perawatan pohon, pemantauan pertumbuhan, serta pengelolaan Kawasan secara ekologis.
“Program adopsi pohon ini telah dijalankan, yang mana orang dapat memelihara bukan ditebang,” ucapnya (06/08/2025).
Ia menambahkan, program ini menjadi bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim melalui pendekatan nature-based solution atau solusi berbasis alam, sekaligus sebagai upaya pengendalian degradasi lahan dan peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan wisatawan. Setiap pohon yang diadopsi akan diberi penanda nama dan data adopsi yang teregistrasi
“Adaptor dari pohon akan mendapatkan sertifikat bukti adopsi pohon,” ujar Wayan Sumadhi.
Wayan Sumadhi menegaskan, selain aspek konservasi, program ini juga berdampak positif terhadap pemberdayaan ekonomi lokal. Masyarakat sekitar dilibatkan dalam kegiatan pemeliharaan pohon, pemanduan wisata edukatif, serta produksi cinderamata berbahan ramah lingkungan yang mengangkat tema hutan pinus. Keterlibatan public dalam konservasi hutan melalui pendekatan pariwisata merupakan Langkah inovatif yang relevan dengan prinsip ekowisata berbasis komunitas. Ia menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi berkelanjutan agar program ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berdampak ekologis jangka Panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....