Potensi Desa Wisata Edukasi Subak Teba Majalangu

  • 07 Jul 2025 06:19 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Desa Wisata Edukasi Subak Teba Majalangu di kawasan Kesiman, Denpasar Timur, merepresentasikan sinergi antara kearifan lokal sistem irigasi tradisional subak dengan pendekatan ekowisata edukatif. Sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya Bali, desa ini tidak hanya mempertahankan fungsi ekologis dan agraris lahan persawahan, tetapi juga membuka ruang pembelajaran interaktif bagi masyarakat dan wisatawan.

Pengelola Desa Wisata Edukasi Subak Teba Majalangu, Made Semara Putra dikonfirmasi RRI Denpasar menyampaikan, potensi Desa wisata dikembangkan sebagai sarana edukasi.

“Kalau dilihat dari kegiatan, wisata edukasi ini sebagai wisata belajar. Banyak sekali kami mengenalkan tentang subak, dan kami melaksanakan kegiatan untuk wisatawan terhadap budaya,” ujarnya (01/07/2025).

Semara Putra menambahkan, desa ini menjadi ruang refleksi dan advokasi atas pentingnya harmonisasi antara manusia, alam, dan spiritualitas dalam pembangunan berkelanjutan. Budaya pertanian di Bali ini dikembangkan di Desa Wisata.

“Selain budaya pertanian dan perairan tradisional, aktivitas budaya hindu seperti membuat kelengkapan sarana upacara maupun pengenalan kuliner tradisional turut dilakukan,” ucapnya.

Dengan potensi lanskap agraris yang otentik dan nilai edukatif yang kuat, Desa Wisata Edukasi Subak Teba Majalangu berpeluang menjadi pusat unggulan dalam diplomasi budaya dan ekowisata Bali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....